Breaking News:

Terkini Internasional

Detik-detik Penangkapan Pelaku Penembakan Massal di New York, Ternyata Pernah 9 Kali Diciduk Polisi

Pelaku penembakan massal di kereta bawah New York Frank James akhirnya berhasil ditangkap.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TheSun.co.uk
Video viral menunjukkan warga berusaha melarikan diri setelah penembakan massal terjadi di kereta bawah tanah (subway) di Brooklyn, New York saat jam sibuk Selasa pagi (12/4). Pelaku penembakan ini diketahui merupakan pria kulit hitam bernama Frank James. 

Sejak tahun 1980 lalu, James mengaku telah terdiagnosa menderita post-traumatic stress disorder (PTSD).

James juga mengaku sempat dipenjara dan memakai narkotika karena penyakit mentalnya tersebut.

Kemudian James curhat bahwa lembaga pelayanan kesehatan mental milik pemerintah kota justru makin memperburuk kondisi pasiennya.

Ia menyebut terjadi kekerasan verbal di dalam lembaga tersebut.

"Kekerasan yang mirip dialami oleh anak-anak di sekolah dasar," ujar James.

James melanjutkan, saking parahnya kekerasan yang terjadi di tempat itu, orang-orang di sana mungkin tak segan untuk membunuh.

Meskipun merupakan warga kulit hitam, James sendiri mengaku tidak senang dengan sesamanya.

Ia beberapa kali menyampaikan keinginannya untuk membantai warga kulit hitam.

"Saya adalah malaikat maut, Itu nama asli saya," kata James.

Dalam insiden penembakan massal ini, diketahui ada total 29 warga yang terluka, 10 di antaranya adalah korban yang ditembak oleh James.

Dikutip TribunWow.com dari bbc.com, pelaku sendiri diketahui berusia 62 tahun.

Saat melakukan penembakan, pelaku menggunakan sebuah pistol Glock dan bom asap.

Pelaku diketahui memiliki ciri-ciri tinggi 165 centimeter dan berat sekira 80 kilogram.

Di tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan tiga magasin tambahan, kapak, dan alat yang diduga bahan peledak.

Pihak kepolisian New York menyatakan kasus ini kini tidak diinvestigasi sebagai kasus terorisme.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Kasus PenembakanPenembakanNew YorkAmerika SerikatKereta
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved