Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

1.000 Pasukan Ukraina Dikabarkan Menyerah di Mariupol, Pemerintah Kiev Beri Bantahan Keras

Rusia mengatakan lebih dari 1.000 marinir Ukraina telah menyerah di pelabuhan Mariupol yang terkepung.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
AFP/JIJI
Kelompok ultranasionalis Ukraina Batalion Azov saat melakukan baris berbaris di Mariupol, Ukraina pada tahun 2019 lalu dalam rangka perayaan bebasnya Kota Mariupol dari pemberontak pro Rusia. Terbaru, 1000 pasukan Ukraina dikabarkan menyerah di Mariupol. 

TRIBUNWOW.COM - Rusia mengatakan lebih dari 1.000 marinir Ukraina telah menyerah di pelabuhan Mariupol yang terkepung.

Tetapi pernyataan ini dibantah oleh pihak Ukraina yang mengatakan pasukannya masih berjuang.

Namun, dilaporkan bahwa pihak Rusia telah menggempur lokasi persemnunyian batalion Azov.

Baca juga: Video Pertempuran Sengit Chechnya Lawan Ukraina di Mariupol, Tentara Kadyrov Gunakan Roket Anti Tank

Baca juga: Hari-hari Menegangkan saat Tenaga Medis Mariupol Jadi Sandera Tentara Rusia Diungkap Kepala RS

Dilansir TribunWow.com, Kamis (14/4/2022), Wakil Wali Kota setempat, Serhiy Orlov, mengatakan kepada BBC bahwa pasukan Ukraina di sana masih bertempur.

Puluhan ribu orang tewas di Mariupol, kata Ukraina.

Pertempuran tampaknya berlanjut di sekitar pabrik baja raksasa Azovstal di pelabuhan, yang merupakan salah satu dari dua daerah yang tidak berada di bawah kendali Rusia.

Televisi Rusia telah menyiarkan rekaman yang katanya menunjukkan marinir menyerahkan diri mereka di pabrik baja.

Tetapi seorang penasihat presiden Ukraina bersikeras bahwa marinir sebenarnya telah menerobos untuk terhubung dengan pasukan batalyon Azov di kantong lain.

Mariupol adalah pelabuhan utama dan target utama bagi Rusia karena berusaha membangun jalur darat ke semenanjung Krimea, yang dicaploknya pada 2014.

Kota itu telah menjadi fokus serangan dahsyat oleh pasukan Rusia, dan pasukan Ukraina di sana mengatakan mereka kehabisan amunisi.

Seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan bahwa serangan udara Rusia terus menargetkan Mariupol dan AS tidak percaya kota itu telah sepenuhnya diambil alih oleh Rusia.

Sebelumnya pada hari Rabu wartawan Reuters melihat api mengepul dari pabrik baja Azovstal di mana marinir dari brigade ke-36 telah bersembunyi selama berminggu-minggu.

Populasi Mariupol mencapai lebih dari 400 ribu sebelum invasi Rusia.

Penduduk yang tidak dapat melarikan diri dari pengepungan telah berjuang untuk mendapatkan kebutuhan dasar agar dapat bertahan hidup.

Baca juga: Rusia akan Kirim Pasukan Tambahan ke Ukraina, Disebut Kekurangan Personel seusai Perebutan Mariupol

Baca juga: Video Pasukan Rusia Temukan Markas Bawah Tanah Tentara Azov, Dapati Hal Ini Dalam Lorong

Alasan Rusia Terobsesi Kuasai Mariupol

Mariupol telah menjadi kota dengan kerusakan paling parah dalam perang Ukraina dengan Rusia.

Serangan demi serangan dilancarkan pasukan Presiden Rusia Vladimir Putin ke kota yang disebut menjadi kunci utama.

Bahkan, penaklukan Mariupol akan menjadi satu dari beberapa penentu kemenangan Rusia.

Sebuah gedung teater di Mariupol, Ukraina yang disebut oleh pemerintah Ukraina telah dibombardir oleh pasukan Rusia pada Rabu (16/3/2022).
Sebuah gedung teater di Mariupol, Ukraina yang disebut oleh pemerintah Ukraina telah dibombardir oleh pasukan Rusia pada Rabu (16/3/2022). (Telegram/ pavlokyrylenko_donoda/AFP)

Baca juga: Ukraina Klaim Wanita dan Anak-anak di Mariupol Dibawa Paksa Tentara Putin ke Rusia

Baca juga: Invasi Rusia ke Ukraina Hari ke-14, Pengungsi Berhasil Diamankan hingga RS Bersalin Mariupol Hancur

Dilansir TribunWow.com dari BBC, Selasa (22/3/2022), ada empat alasan utama mengapa Rusia terobsesi merebut kota pelabuhan tersebut.

Dikatakan bahwa perebutan Mariupol akan menjadi kemenangan strategis bagi Rusia dan pukulan besar bagi Ukraina.

1. Mengamankan Koridor Darat antara Krimea dan Donbas

Secara geografis, kota Mariupol hanya menempati area kecil di peta.

Namun wilayah itu menjadi penghalang bagi pasukan Rusia yang menyusup dari semenanjung Krimea.

Mariupol menghambat Rusia untuk berhubungan dengan rekan-rekan mereka dan sekutu separatisnya di wilayah Donbas, Ukraina timur.

Jenderal Sir Richard Barrons, mantan komandan Komando Pasukan Gabungan Inggris, mengatakan mendapatkan Mariupol sangat penting untuk Rusia.

"Ketika Rusia merasa mereka telah berhasil menyelesaikan pertempuran itu, mereka akan menyelesaikan jembatan darat dari Rusia ke Krimea dan mereka akan melihat ini sebagai keberhasilan strategis utama," ujar Barrons.

Jika Mariupol direbut, Rusia juga akan memiliki kendali penuh atas lebih dari 80% garis pantai Laut Hitam Ukraina.

Hal ini akan memutus perdagangan maritim Ukraina dan semakin mengisolasinya dari dunia.

Dengan bertahan melawan pasukan yang maju selama tiga minggu terakhir, orang-orang Ukraina telah berhasil memukul mundur pasukan Rusia.

Tetapi kegagalan untuk mengamankan kota dengan cepat, telah mendorong komandan Rusia untuk menggunakan taktik pengepungan abad pertengahan.

Mereka membombardir Mariupol dengan artileri, roket dan rudal, merusak atau menghancurkan lebih dari 90% kota.

Mereka juga telah memutus akses ke listrik, pemanas, air bersih, makanan dan pasokan medis, dan menciptakan bencana kemanusiaan.

Baca juga: Buntut Invasi ke Ukraina, Vladimir Putin Kini Terancam Disingkirkan Elite Rusia Pakai Racun

Moskow pun sekarang menyalahkan Ukraina karena menolak untuk menyerah pada batas waktu 05.00 pada hari Senin.

Meski begitu, Ukraina telah bersumpah untuk mempertahankan kota sampai ke tentara terakhir.

Namun, pasukan Rusia perlahan-lahan mendorong ke masuk dan kemungkinan akan mengintensifkan pengebomannya.

Jika Kremlin mengambil kendali penuh atas Mariupol, 6 ribu tentaranya akan bebas pergi dan memperkuat front Rusia lainnya di sekitar Ukraina.

Ada beberapa kemungkinan di mana para tentara itu akan dikirim:

a. ke timur laut untuk bergabung dalam pertempuran untuk mengepung dan menghancurkan angkatan bersenjata reguler Ukraina yang memerangi separatis pro-Kremlin di wilayah Donbas;

b.ke barat untuk masuk ke arah Odesa, yang akan menjadi outlet utama terakhir Ukraina yang tersisa ke Laut Hitam;

c. ke barat laut menuju kota Dnipro.

2. Mencekik Perekonomian Ukraina

Mariupol telah lama menjadi pelabuhan penting yang strategis di Laut Azov, bagian dari Laut Hitam.

Dengan tempat berlabuhnya yang dalam, ini adalah pelabuhan terbesar di wilayah Laut Azov dan rumah bagi pabrik besi dan baja utama.

Pada waktu normal, Mariupol adalah pusat ekspor utama untuk baja, batu bara, dan jagung Ukraina yang dikirim ke pelanggan di Timur Tengah dan sekitarnya.

Selama delapan tahun, sejak aneksasi ilegal Moskow atas Krimea pada tahun 2014, kota itu telah terjepit dengan di antara pasukan Rusia di semenanjung itu dan separatis pro-Kremlin di republik Donetsk dan Luhansk yang memisahkan diri.

Kehilangan Mariupol akan menjadi pukulan besar bagi perekonomian Ukraina yang tersisa.

Dua bocah asal Mariupol yang saat ini dirawat di rumah sakit anak di Kota Zaporizhzhia, Ukraina. Keduanya menjadi korban serangan pasukan militer Rusia.
Dua bocah asal Mariupol yang saat ini dirawat di rumah sakit anak di Kota Zaporizhzhia, Ukraina. Keduanya menjadi korban serangan pasukan militer Rusia. (BBC.com)

3. Peluang Propaganda

Mariupol adalah rumah bagi unit milisi Ukraina yang disebut Brigade Azov, dinamai dari Laut Azov yang menghubungkan Mariupol ke seluruh Laut Hitam.

Brigade Azov berisi ekstremis sayap kanan termasuk neo-Nazi.

Meskipun mereka hanya membentuk fraksi terkecil dari pasukan tempur Ukraina.

Namun pasukan ini telah menjadi alat propaganda yang berguna bagi Moskow.

Yakni menjadi dalih untuk memberi tahu penduduk Rusia bahwa para pemuda yang dikirim untuk berperang di Ukraina ada di sana untuk menyingkirkan tetangga mereka dari neo-Nazi.

Jika Rusia berhasil menangkap hidup-hidup sejumlah besar pejuang Brigade Azov, kemungkinan mereka akan digunakan untuk mendiskreditkan Ukraina dan pemerintahnya.

Para tawanan akan ditampilkan di media yang dikendalikan negara Rusia sebagai bagian dari perang informasi yang sedang berlangsung

4. Meningkatkan Semangat Juang Pasukan

Penaklukan Mariupol oleh Rusia, jika itu terjadi, akan berpengaruh signifikan secara psikologis bagi kedua belah pihak.

Kemenangan Rusia di Mariupol akan memungkinkan Kremlin untuk menunjukkan kepada penduduknya bahwa Rusia mencapai tujuannya dan membuat kemajuan.

Bagi Putin, ada makna historis dari semua ini.

Dia melihat garis pantai Laut Hitam Ukraina sebagai milik sesuatu yang disebut Novorossiya (Rusia Baru), tanah Rusia yang berasal dari kekaisaran abad ke-18.

Mariupol saat ini menghalanginya mencapai tujuan itu.

Tetapi bagi Ukraina, hilangnya Mariupol akan menjadi pukulan besar.

Tidak hanya secara militer dan ekonomi, tetapi juga bagi pikiran para pejuang yang membela negara mereka.

Mariupol akan menjadi kota besar pertama yang jatuh ke tangan Rusia setelah Kherson.

Mariupol telah melakukan perlawanan sengit, bahkan terus berlanjut meski kota ini hancur menjadi reruntuhan.

"Rusia tidak bisa masuk ke Mariupol," kata Jenderal Sir Richard Barrons.

"Mereka tidak bisa mengemudi dengan tank mereka, jadi mereka menghancurkannya menjadi puing-puing." (TribunWow.com/ Via)

Berita terkait lainnya

Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaUkrainaRusiaKievVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved