Konflik Rusia Vs Ukraina
Rusia Ancam Zelensky Buntut Penangkapan Sahabat Putin, Peringatkan agar Kunci Pintu di Malam Hari
Rusia menanggapi dengan keras penangkapan konglomerat asal Ukraina, Vicktor Medvedchuk.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Rusia menanggapi dengan keras penangkapan konglomerat asal Ukraina, Vicktor Medvedchuk.
Pasalnya, Medvedchuk selama ini dikenal memiliki kedakatan khusus dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Rusia pun menanggapi tawaran Presiden Volodymyr Zelensky untuk menukar Medvedchuk dengan tawanan perang Ukraina.
Baca juga: Putin Yakin Segera Menang dari Ukraina, Sebut Zelensky Tolak Perjanjian Damai di Donbas
Baca juga: Kadyrov Tegaskan Rusia Tetap akan Ambil Alih Kiev meski Vladimir Putin Tarik Mundur Pasukan
Dilansir TribunWow.com dari TASS, Rabu (13/4/2022), Wakil ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, memberi peringatan para pejabat di Kiev.
Terutama Zelensky yang ingin menukar kepala dewan politik Platform Oposisi - Partai For Life, itu untuk tawanan perang.
"Beberapa orang aneh yang memposisikan diri mereka sebagai 'otoritas Ukraina' telah mengatakan bahwa mereka ingin membuat Viktor Medvedchuk mengaku di bawah todongan senjata, untuk segera menghukumnya dengan alasan yang diduga 'adil', dan kemudian menukarnya dengan tawanan perang," tulis Medvedev di saluran Telegram pribadinya.
"Tipe orang seperti itu harus tetap waspada, melihat sekeliling sepanjang waktu, dan mengunci pintu dengan baik untuk malam ini, jika mereka tidak ingin menemukan diri mereka di antara orang-orang yang akan dipertukarkan."
Zelensky pada Selasa (12/4/2022), mengatakan Medvedchuk telah ditahan.
Dia mengunggah ke saluran Telegramnya foto seorang pria yang diborgol yang terlihat seperti Medvedchuk.
Tahu hubungan sang tahanan dengan Putin, Presiden 44 tahun itu menyarankan untuk menukar politisi itu dengan tawanan perang Ukraina.
"Saya mengusulkan kepada Federasi Rusia untuk menukar (Medvedchuk) dengan orang-orang kami yang berada di tahanan Rusia," katanya dalam pidato video yang diunggah di Instagram @zelenskiy_official, pada hari Rabu (13/4/2022).
"Itulah mengapa penting bagi penegak hukum dan militer kita untuk mempertimbangkan kesempatan ini juga."
Presiden Ukraina mengklaim Medvedchuk sempat bebas selama 48 hari sebelum akhirnya kembali ditangkap.
"Akhirnya, dia memutuskan untuk mencoba melarikan diri dari negara kita," tambah Zelensky.
Namun, Juru bicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa keaslian foto ini masih harus diverifikasi mengingat banyak berita palsu beredar dari pihak Ukraina.
Baca juga: Teka-teki Alasan Putin Jebloskan Jenderal Kepala FSB ke Penjara Terkejam Rusia, Diduga karena Ini
Baca juga: Kubur Wanita Korban Rudapaksa Prajurit Chechen, Tentara Rusia Tulis Pesan di Cermin Pakai Lipstik
Zelensky Pamer Tangkap Sahabat Putin
Pihak berwenang Ukraina telah menangkap seorang konglomerat pro-Rusia terkemuka yang melarikan diri dari tahanan rumah.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memposting foto pemimpin partai oposisi Viktor Medvedchuk di akun media sosial.
Penangkapan tersebut memicu kemarahan Rusia lantaran Medvedchuk diketahui merupakan sekutu dan sahabat dekat Presiden Vladimir Putin.
Dilansir TribunWow.com dari Aljazeera, Rabu (13/4/2022), Zelensky mengunggah potret Medvedchuk di akun Instagram @zelenskiy_official dan di akun Telegram miliknya.
Politikus kenamaan Ukraina itu tampak acak-acakan dengan tangan di borgol dan mengenakan seragam tentara Ukraina.
"Operasi khusus dilakukan oleh Dinas Keamanan Ukraina. Sudah selesai dilakukan dengan baik!" tulis Zelensky di Telegram.
Kepala badan keamanan Ivan Bakanov mengatakan para agen melakukan operasi khusus multi-level berbahaya yang dilakukan secepat kilat untuk menahan anggota parlemen yang bersahabat dengan Rusia itu.
"Tidak ada pengkhianat yang akan lolos dari hukuman dan semua akan dimintai pertanggungjawaban di bawah hukum Ukraina," bunyi pernyataan Bakanov di Telegram.
Medvedchuk yang merupakan salah satu orang terkaya di Ukraina, adalah sosok yang sangat kontroversial karena kedekatannya dengan Moskow.
Dia memiliki jaringan kekuasaan sebagai pemimpin Platform Oposisi, Partai For Life.
Taipan bisnis berusia 67 tahun itu telah menganggap Putin sebagai teman dekatnya dan mengatakan pemimpin Kremlin adalah ayah baptis bagi putri bungsunya, Darya.
Dia ditahan di bawah tahanan rumah sejak tahun lalu atas tuduhan makar karena mencoba mencuri sumber daya alam dari Krimea yang dicaplok Rusia.
Tak hanya itu, pria berpengaruh di Ukraina itu diklaim telah menyerahkan rahasia militer Ukraina ke Moskow.
Medvedchuk, yang telah membantah melakukan kesalahan, dilaporkan melarikan diri tak lama setelah Putin melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari.
Polisi mengatakan mereka tidak menemukannya di rumahnya pada 26 Februari, dan mengumumkan dia hilang sehari kemudian.
Adapun tindakan keras Kiev terhadap Medvedchuk memicu kemarahan di Kremlin.
Putin dalam sebuah kesempatan, berjanji untuk tak tinggal diam atas penahanan Medvechuk yang disebutnya penganiayaan politik.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov menolak mengomentari penangkapan tersebut.
Pada sebuah saluran berita Rusia, ia mengaku sangsi lantaran ada banyak berita palsu dari Ukraina sehingga diperlukan pemeriksaan terlebih dahulu.
Dalam pidato pagi hari pada hari Rabu, Zelensky mengusulkan untuk menukar Medvedchuk dengan tahanan perang pria dan wanita yang ditawan Rusia.
"Penting bagi pasukan keamanan dan pasukan militer kami untuk mempertimbangkan kemungkinan seperti itu," kata Zelensky.
“Dan semoga Medvedchuk menjadi contoh bagi anda."
"Bahkan mantan oligarki tidak lolos. Apa yang bisa kita katakan tentang kriminal kelas teri dari pedalaman Rusia? Kami akan mendapatkan semua orang." (TribunWow.com/Via)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/victor-medvedchuk-ukraina-dan-presiden-rusia-vladimir-putin-di-saint-petersburg-rusia.jpg)