Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Persiapan Veteran Perang Ukraina Antisipasi Serangan Dahsyat Rusia di Wilayah Luhanks

Para veteran perang Ukraina bersiap tempur melawan gempuran Rusia di wilayah Luhanks.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Skynews.com
Relawan perang asal Inggris, Ben Spann saat berfoto bersama tentara Ukraina. Terbaru, para prajurit veteran perang Ukraina bersiap hadapi gempuran Rusia di wilayah Luhanks, Kamis (7/4/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Serangan militer Rusia di wilayah Ukraina timur sudah semakin intensif.

Suara artileri Rusia semakin keras saat melaju ke posisi garis depan Ukraina di Luhansk.

Gemuruh tembakan terdengar diselingi dengan ledakan sesekali tembakan senjata ringan.

Ilustrasi tentara Rusia.
Ilustrasi tentara Rusia. (Capture YouTube news.com.au)

Baca juga: Bukti Tak Terbantahkan Kekejaman Tentara Rusia di Bucha, Kejahatan Perang di Ukraina Terekam Kamera

Baca juga: Diduga Disewa Putin, Ribuan Tentara Bayaran Wagner yang Terkenal Kejam Tiba di Ukraina

Dilansir TribunWow.com dari BBC, Kamis (7/4/2022), Rusia mengerahkan lebih banyak pasukannya dari utara ke timur Ukraina.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan pertempuran di Luhansk dan Donetsk, yang sebagian sudah dikuasai oleh separatis yang didukung Rusia.

Di wilayah tersebut Rusia memiliki keuntungan tersendiri lantaran jalur untuk memasok logistik akan lebih pendek dibanding dengan serangan yang gagal di ibukota Kiev.

Diketahui, Rusia dan proksinya sekarang menguasai sekitar 90% Luhansk dan lebih dari setengah Donetsk, jantung industri lama Ukraina.

Selama delapan tahun terakhir, pasukan Ukraina telah berperang di lokasi tersebut.

Para pejabat Barat mengatakan pasukan Ukraina yang ditempatkan di Donbas adalah unit yang paling terlatih dan diperlengkapi dengan baik.

Meski begitu, ketika Rusia menyerang dari utara, timur dan selatan, ada bahaya bahwa para veteran perang Ukraina itu akan segera dikepung dan dihentikan.

Ukraina telah kalah dari Rusia di lokasi tersebut.

Namun, para tentara semangat membuat posisi pertahanan baru di garis depan dengan menggali parit-parit untuk bersembunyi.

Anatoly, seorang tentara berusia 52 tahun, mengintip melalui periskop dari paritnya untuk melihat posisi Rusia.

"Saya melihat orang Rusia, mereka terlihat seperti saya," kata Anatoly.

"Jika mereka mencoba untuk mengambil posisi kita, saya akan membunuh mereka. Jika saya tidak membunuh mereka, mereka akan membunuh saya. Ini adalah aturan perang."

Halaman 1/4
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyKiev
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved