Konflik Rusia Vs Ukraina
Diduga Disewa Putin, Ribuan Tentara Bayaran Wagner yang Terkenal Kejam Tiba di Ukraina
Kelompok tentara bayaran Wagner yang disewa Rusia dikabarkan telah berada di Ukraina.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Dilansir TribunWow.com dari Fox News, Minggu (20/3/2022), Direktorat Intelijen Ukraina menyebutkan tentara bayaran tersebut diduga berasal dari perusahaan militer swasta Wagner Rusia.
Pasukan tersebut telah tiba di Ukraina pada hari Minggu dengan tujuan untuk membunuh pemimpin militer dan politik Ukraina.
"Kelompok militan lain yang terkait dengan Yevgeniy Prigozhin, seorang propagandis Rusia yang dekat dengan Putin dan pemilik Liga (Wagner), mulai tiba di Ukraina hari ini," kata Direktorat Intelijen Utama Kementerian Pertahanan Ukraina dalam sebuah postingan Facebook.
"Tugas utama para penjahat adalah melenyapkan pimpinan militer dan politik tertinggi Ukraina."
Direktorat menegaskan bahwa target utama tentara bayaran termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dan Perdana Menteri Denys Shmyhal.
Selain itu juga Kepala Staf Kepresidenan Andrii Yermak, seorang produser film Ukraina dan pengacara yang menjabat sebagai kepala penasihat Zelensky.
"Putin secara pribadi memerintahkan serangan lain oleh salah satu dari beberapa proxy," bunyi keterangan Direktorat Intelejen Ukraina.
"Semua upaya sebelumnya telah berakhir dengan kegagalan dan penghapusan teroris."
Kementerian Pertahanan Ukraina selama berminggu-minggu membunyikan alarm tentang ribuan tentara bayaran Rusia dari perusahaan militer swasta Liga, sebelumnya dikenal sebagai PMC Wagner, datang ke Ukraina.
"Penjajah Rusia, setelah gagal mencapai tujuan mereka selama agresi skala penuh terhadap Ukraina, terus mencoba untuk mengacaukan pemerintah Ukraina, menurunkan moral masyarakat, mengganggu gerakan perlawanan, dan memperlambat kerja sama internasional Ukraina," ujar Direktorat Intelijen Ukraina.
"Organisasi pembunuhan orang pertama negara kita (presiden-red) adalah bagian dari strategi penjajah."
Namun, pihak Ukraina telah mengantisipasi hal tersebut dan sudah melakukan upaya pencegahan.
"Rencana Kremlin diketahui oleh tentara Ukraina, layanan khusus, dan lembaga penegak hukum," bunyi postingan tersebut.
"Kami siap untuk mengusir penyerang baik di depan maupun di belakang. Tidak ada serangan teroris yang akan berhasil."
Dilaporkan bahwa Zelensky telah berhasil menghindari upaya pembunuhan yang dilakukan sebanyak 3 kali.