Konflik Rusia Vs Ukraina
Sejak Dulu Anggap Ukraina Berbahaya, Jubir Putin Sebut Rusia Didiskriminasi di Sana
Pemerintah Rusia menyebut sudah sejak lama menganggap Ukraina sebagai negara yang agresif dan berbahaya terhadap Rusia.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov menyampaikan sudah sejak lama Ukraina dianggap sebagai negara yang agresif dan berbahaya.
Peskov mengatakan, pandangan pemerintah Rusia bahwa Ukraina berbahaya sudah ada bahkan sebelum Rusia memutuskan melakukan operasi militer spesial di Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu.
Menurut penjelasan Peskov pada Sabtu (2/4/2022), ada beberapa alasan mengapa Ukraina dianggap sebagai negara yang berbahaya.
Baca juga: G20 Terancam Gagal karena Konflik Rusia-Ukraina? Ini Usaha yang Bisa Dilakukan Indonesia
Baca juga: Geger Kabar Warga Ukraina Dibawa Paksa ke Rusia, Putin Diisukan Tiru Nazi Buat Kamp Konsentrasi
Dikutip TribunWow.com dari rt.com, alasan pertama, Peskov menyebut Ukraina telah membiarkan kelompok neo Nazi bergerak secara bebas di Ukraina.
"Selama bertahun-tahun, Nazi dibiarkan bergerak bebas tanpa tekanan, tanpa persekusi, mereka melakukan apa yang mereka inginkan," jelas Peskov.
"Otoritas Ukraina pura-pura buta melihat hal ini."
Kemudian Peskov mengungkit bagaimana Ukraina memiliki ambisi untuk bergabung ke aliansi NATO yang di dalamnya terdapat Amerika Serikat (AS).
Selanjutnya Peskov menjelaskan bagaimana di Ukraina para penduduk yang berbahasa Rusia mengalami diskriminasi dan diperlakukan seperti warga negara kelas bawah.
Menurut Peskov, diskriminasi juga dilakukan terhadap kebudayaan hingga media asal Rusia.
Sebelumnya, pertemuan pihak Ukraina dan Rusia di Istanbul, Turki Selasa (29/3/2021), dikabarkan berlangsung dengan lancar.
Tak seperti sebelumnya, pembicaraan kali ini telah menghasilkan perkembangan signifikan.
Terutama terkait rencana pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Dilansir TribunWow.com dari media Rusia TASS, Selasa (29/3/2022), kepala delegasi Rusia, Ajudan Presiden Vladimir Medinsky menilai pembicaraan Rusia-Ukraina bersifat konstruktif
Dia mengatakan Moskow akan membuat dua langkah de-eskalasi.
Satu diantaranya menawarkan untuk mengadakan pertemuan antara Putin dan Zelensky.