Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Sejak Dulu Anggap Ukraina Berbahaya, Jubir Putin Sebut Rusia Didiskriminasi di Sana

Pemerintah Rusia menyebut sudah sejak lama menganggap Ukraina sebagai negara yang agresif dan berbahaya terhadap Rusia.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AFP/JIJI
Kelompok ultranasionalis Ukraina Batalion Azov saat melakukan baris berbaris di Mariupol, Ukraina pada tahun 2019 lalu dalam rangka perayaan bebasnya Kota Mariupol dari pemberontak pro Rusia. 

TRIBUNWOW.COM - Juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov menyampaikan sudah sejak lama Ukraina dianggap sebagai negara yang agresif dan berbahaya.

Peskov mengatakan, pandangan pemerintah Rusia bahwa Ukraina berbahaya sudah ada bahkan sebelum Rusia memutuskan melakukan operasi militer spesial di Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu.

Menurut penjelasan Peskov pada Sabtu (2/4/2022), ada beberapa alasan mengapa Ukraina dianggap sebagai negara yang berbahaya.

Baca juga: G20 Terancam Gagal karena Konflik Rusia-Ukraina? Ini Usaha yang Bisa Dilakukan Indonesia

Baca juga: Geger Kabar Warga Ukraina Dibawa Paksa ke Rusia, Putin Diisukan Tiru Nazi Buat Kamp Konsentrasi

Dikutip TribunWow.com dari rt.com, alasan pertama, Peskov menyebut Ukraina telah membiarkan kelompok neo Nazi bergerak secara bebas di Ukraina.

"Selama bertahun-tahun, Nazi dibiarkan bergerak bebas tanpa tekanan, tanpa persekusi, mereka melakukan apa yang mereka inginkan," jelas Peskov.

"Otoritas Ukraina pura-pura buta melihat hal ini."

Kemudian Peskov mengungkit bagaimana Ukraina memiliki ambisi untuk bergabung ke aliansi NATO yang di dalamnya terdapat Amerika Serikat (AS).

Selanjutnya Peskov menjelaskan bagaimana di Ukraina para penduduk yang berbahasa Rusia mengalami diskriminasi dan diperlakukan seperti warga negara kelas bawah.

Menurut Peskov, diskriminasi juga dilakukan terhadap kebudayaan hingga media asal Rusia.

Sebelumnya, pertemuan pihak Ukraina dan Rusia di Istanbul, Turki Selasa (29/3/2021), dikabarkan berlangsung dengan lancar.

Tak seperti sebelumnya, pembicaraan kali ini telah menghasilkan perkembangan signifikan.

Terutama terkait rencana pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Dilansir TribunWow.com dari media Rusia TASS, Selasa (29/3/2022), kepala delegasi Rusia, Ajudan Presiden Vladimir Medinsky menilai pembicaraan Rusia-Ukraina bersifat konstruktif

Dia mengatakan Moskow akan membuat dua langkah de-eskalasi.

Satu diantaranya menawarkan untuk mengadakan pertemuan antara Putin dan Zelensky.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaUkrainaRusiaVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved