Konflik Rusia Vs Ukraina
Dalam Semalam, Rusia Sebut Berhasil Hancurkan 51 Fasilitas Militer Pasukan Ukraina
Pemerintah Rusia mengumumkan telah berhasil menghancurkan puluhan fasilitas militer milik Ukraina hanya dalam waktu satu malam.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan perkembangan konflik terkini antara Rusia dan Ukraina.
Sejak konflik terjadi pada 24 Februari 2022 lalu hingga Minggu (3/4/2022), pasukan militer Rusia mengklaim telah berhasil menghancurkan 125 pesawat tempur, 88 helikopter, hingga 383 drone milik Ukraina.
Informasi ini disampaikan oleh juru bicara Kemenhan Rusia Igor Konashenkov.
Baca juga: Ukraina Optimis Putin dan Zelensky akan Bertemu Langsung, Ini Jawaban Rusia
Baca juga: G20 Terancam Gagal karena Konflik Rusia-Ukraina? Ini Usaha yang Bisa Dilakukan Indonesia
Dikutip TribunWow.com dari Tass.com, pada Minggu (3/4/2022) Konashenkov menyampaikan angkatan udara Rusia telah berhasil menghancurkan 51 fasilitas militer Ukraina dalam waktu satu malam.
Fasilitas militer tersebut terdiri dari artileri, sistem peluncur roket, pos pertahanan, hingga gudang amunisi.
Konashenkov juga menyampaikan bahwa Rusia berhasil menghancurkan kilang minyak milik Ukraina di Odessa menggunakan misil berakurasi tinggi.
Menurut keterangan Konashenkov, kilang minyak dan depot pelumas yang dihancurkan oleh pasukan militer Rusia difungsikan untuk menyuplai pasukan militer Ukraina.
Sebelumnya tiga helikopter yang berasal dari Mariupol, Ukraina, ditembak oleh pasukan Rusia.
Dua helikopter jatuh sementara satu lainnya berhasil kabur.
Dikabarkan hanya ada dua orang yang selamat dari 34 penumpang, di antaranya adalah perwira intelejen Kementerian Pertahanan Ukraina.
Dilansir TribunWow.com dari RIA Novosti, Jumat (1/4/2022), dikabarkan Pasukan Republik Rakyat Donetsk menembak jatuh dua dari tiga helikopter Ukraina.
Disebutkan helikopter itu digunakan nasionalis Ukraina untuk melarikan diri dari Mariupol ke wilayah yang dikendalikan oleh Kiev.
Eduard Basurin, perwakilan dari Milisi Rakyat DPR, memberikan keterangan mengenai insiden tersebut di saluran TV Rossiya 1.
"Itu adalah operasi khusus militer, ada keputusan untuk melacak rute dan menembak jatuh bukan pesawat kosong, tetapi berisi orang-orang yang akan dibawa keluar dari sana. Ketika mereka mencoba terbang dari Mariupol, satu dan yang kedua ditembak jatuh oleh Stinger," kata juru bicara departemen tersebut.
Menurut dia, setiap helikopter ada 17 orang, dan hanya dua orang yang selamat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/jubir-menhan-2.jpg)