Konflik Rusia Vs Ukraina
Ukraina Bantah Serang Depot Minyak di Belgorod, Juru Bicara Milter Rusia Ungkap Fakta Berbeda
Pemerintah Ukraina akhirnya memberikan bantahan atas tudingan penyerangan di Belgorod, Rusia.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Elfan Fajar Nugroho
Belgorod sendiri terletak di sebelah utara perbatasan Rusia dan Ukraina.
Sementara itu Ukraina tidak menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Media asal Belarus, Nexta turut mengunggah sebuah video menampilkan kondisi depot minyak di Belgorod seusai serangan terjadi.
Tampak dalam video itu asap membumbung tinggi dari bangunan yang kebakaran diduga akibat serangan pasukan Ukraina.
Baca juga: Ukraina Lancarkan Serangan Balasan, Ledakkan Gudang Senjata dan Kamp Militer Rusia di Belgorod
Baca juga: Rusia dan Ukraina Saling Tuding, Sebut Lawan Gunakan Senjata Kimia Fosfor Putih di Medan Perang
Rusia Dituding Ledakkan Gedung Palang Merah
Pasukan Rusia dilaporkan telah menyerang fasilitas Palang Merah di kota Mariupol, Ukraina.
Hingga saat ini, belum jelas berapa korban jiwa yang muncul akibat serangan tersebut.
Selain itu, sejumlah petugas medis dan sejumlah wanita dikabarkan telah dibawa paksa tentara Rusia.
Dikutip TribunWow.com dari Daily Mail, Kamis (31/2/2022), kabar tersebut disampaikan ombudswoman Ukraina Lyudmyla Denisova dalam sebuah pernyataan.
"Di Mariupol, para penjajah membidik gedung Komite Internasional Palang Merah (ICRC)," kata Denisova.
Ia menambahkan bangunan yang ditandai dengan palang merah dan latar belakang putih justru menjadi sasaran pesawat dan artileri.
Seorang juru bicara ICRC mengkonfirmasi bahwa gambar yang beredar di media sosial dari sebuah bangunan yang hancur adalah gudang milik organisasinya di Mariupol.
Mereka menunjukkan sebuah bangunan dengan lubang besar di atap yang bertanda sebuah palang merah.
"Kami tidak memiliki tim di lapangan sehingga kami tidak memiliki informasi lain, termasuk potensi korban atau kerusakan," kata juru bicara itu, seraya menambahkan bahwa semua bantuan yang disimpan di sana telah didistribusikan.
Serangan itu terjadi sehari setelah ICRC mendesak Ukraina dan Rusia untuk menyepakati pengiriman bantuan dan evakuasi warga sipil yang aman dari kota di mana kebutuhan vital cepat habis.