Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Dampak Dukungan Masyarakat Indonesia ke Rusia daripada Ukraina, Dikhawatirkan Terjadi Hal Ini

Masyarakat Indonesia dinilai cenderung mendukung invasi Rusia ke Ukraina, yang bisa mengakibatkan dampak tertentu.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
YouTube Newzee
Presiden Rusia Vladimir Putin saat berpidato di depan masyarakat Rusia dalam perayaan peringatan aneksasi semenanjung Krimea, Jumat (18/3/2022). Terbaru, dukungan netizen Indonesia ke Rusia bisa mengakibatkan sejumlah hal. 

TRIBUNWOW.COM - Masyarakat Indonesia dinilai cenderung mendukung invasi Rusia ke Ukraina.

Sebuah survei menunjukkan adanya sikap antipati terhadap Barat, khususnya Amerika Serikat.

Rupanya, hal tersebut bisa memberikan dampak tertentu, terutama di bidang hubungan internasional.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berbicara di depan Menteri Pertahanan Yunani, Nikolaos Panagiotopoulos, saat pertemuan di Kota Athena, Yunani, pada Jumat (11/3/2022). Prabowo jelaskan posisi Indonesia dalam konflik antara Rusia dan Ukraina.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berbicara di depan Menteri Pertahanan Yunani, Nikolaos Panagiotopoulos, saat pertemuan di Kota Athena, Yunani, pada Jumat (11/3/2022). Prabowo jelaskan posisi Indonesia dalam konflik antara Rusia dan Ukraina. (Capture YouTube KOMPASTV)

Baca juga: Bicara di Ajang Internasional, Prabowo Tegaskan Posisi Indonesia dalam Konflik Rusia dan Ukraina

Baca juga: Pesan Prabowo Jadi Kenyataan di Konflik Rusia-Ukraina, Dahnil Anzar Sindir Politisi dan Pengamat

Dikutip TribunWow.com dari Aljazeraa, Senin (21/3/2022), beberapa spekulasi muncul terkait penyebab banyaknya warga Indonesia yang mendukung Rusia.

Padahal, dunia internasional saat ini tengah ramai-ramai mengecam keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin tersebut.

Menurut dosen hubungan internasional Universitas Jenderal Achmad Yani Bandung, Yohanes Sulaiman, ada rasa ketidaksukaan masyarakat terhadap AS yang mempengaruhi hal tersebut.

Banyak pihak menilai bahwa konflik Ukraina merupakan masalah geopolitik antara Rusia dan Amerika Serikat.

Rasa antipati pada AS tersebut mulai muncul ketika negara tersebut menyatakan perang melawan teroris yang dinilai menimbulkan represi terhadap orang muslim.

Karenanya, hingga saat ini publik menunjukkan sikap skeptis terhadap pemberitaan yang berbeda dengan pandangan mereka.

"Banyak yang menyatakan bahwa mereka tidak bisa begitu saja percaya pada berita dari AS tanpa membaca sisi lain, bahkan berita fakta pun dianggap saja seperti hoaks hingga mengada-ngada, tetapi akar dari ini adalah ketidakpercayaan mereka terhadap AS secara umum,” kata Yohanes Sulaiman.

Peneliti Studi Rusia dan Eropa Timur, Hubungan Internasional Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Radityo Dharmaputra, memiliki pendapat berbeda.

Ia menilai masyarakat Indonesia cenderung mendukung Rusia lantaran tak memiliki pemahaman yang cukup tentang Ukraina.

Sementara itu, sebuah survei dilakukan oleh Pew Research Center di Washington DC pada Februari 2020.

Dalam survei tersebut masyarakat Indonesia ditunjukkan memiliki sikap skeptis yang lebih besar terhadap AS di Indonesia dibandingkan dengan banyak negara lain di Asia Pasifik.

Dari hasil survei ke enam negara, Indonesia menjadi negara terendah dengan hanya 42 persen orang yang menilai baik AS.

Halaman 1/3
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaUkrainaRusiaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyAmerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved