Konflik Rusia Vs Ukraina
Lihat Ibunya Terbakar di Mobil, Bocah di Ukraina Minta Dibelikan Mama Baru ke Ayahnya
Nasib miris menimpa banyak bocah di Ukraina yang turut menjadi korban serangan pasukan militer Rusia.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Sejumlah anak-anak korban serangan pasukan militer Rusia di Mariupol saat ini telah dipindahkan ke sebuah rumah sakit anak di Zaporizhzhia, Ukraina.
Pada saat meliput isi rumah sakit tersebut, tim BBC.com merekam kondisi beberapa anak kecil yang terluka akibat serangan Rusia dan harus dipasangi sejumlah alat medis.
Kepala RS tersebut, Dokter Yuri Borzenko menceritakan kisah sedih yang dialami oleh seorang pasiennya yang masih anak-anak.
Baca juga: Rusia Kabarkan Kematian Wakil Komandan Armada Laut Hitam, Kapten Andrey Paliy Gugur di Ukraina
Baca juga: Tentara Rusia Dituding Rudapaksa para Wanita di Ukraina Berjam-jam lalu Bunuh Korbannya
Dikutip TribunWow.com dari BBC.com, dengan ekspresi dingin di wajahnya, dr Borzenko menceritakan detik-detik anak tersebut kehilangan orangtuanya dan kondisinya kini.
Awalnya dr Borzenko menceritakan bagaimana kondisi fisik bocah tersebut.
Diketahui anak yang berusia enam tahun tersebut terluka dan kini di dalam kepalanya bersarang serpihan peluru.
"Anak itu bercerita tanpa ekspresi melihat ibunya terbakar seusai mobil yang mereka kendarai terkena serangan," kata dr Borzenko.
Dokter Borzenko bercerita, bocah itu kemudian mengatakan kepada ayahnya ia ingin dibelikan ibu baru.
"Aku ingin seseorang untuk mengantarku pergi ke sekolah," jelas dr Borzenko mengutip perkataan pasiennya tersebut.
"Saya benci Rusia."
Kemudian korban lain yang dirawat di rumah sakit tersebut adalah Masha, seorang gadis berusia 15 tahun yang kehilangan kakinya.
Kaki Masha terpaksa diamputasi setelah terkena serangan pasukan Rusia.
Dokter Borzenko bercerita, gadis berusia 15 tahun itu kini mengalami trauma dan tidak mau makan berhari-hari hingga akhirnya terpaksa diberikan makan menggunakan cara lain.
Dalam video yang diambil oleh BBC.com, tampak para bocah korban serangan Rusia sama sekali tak menangis hanya tersisa ekspresi datar.
Sementara itu, Rusia sempat memberi tenggat waktu untuk pasukan Ukraina menyerahkan kota pelabuhan Mariupol, sampai Senin (21/3/2022).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2at-di-rumah-sakit-anak-di-kota-zaporizhzhia-ukraina.jpg)