Konflik Rusia Vs Ukraina
Rusia Jawab sampai Kapan Invasi Ukraina Dijalankan, Sebut Sudah sesuai Jadwal yang Disetujui Putin
Juru Bicara Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, menyebutkan adanya jadwal yang sudah disusun dalam operasi militer ke Ukraina.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
"Semua rencana kepemimpinan Rusia akan dilaksanakan secara penuh dalam jangka waktu yang telah disetujui sebelumnya," terang Peskov.
Hanya saja, Peskov masih belum bisa memberitahu sampai kapan invasi tersebut akan terus dilancarkan pada pihak Ukraina.
Baca juga: Bicara di Ajang Internasional, Prabowo Tegaskan Posisi Indonesia dalam Konflik Rusia dan Ukraina
Baca juga: Viral Video Aksi Kilat Polisi Rusia Sergap Pengunjuk Rasa Anti Perang Ukraina, Justru Salah Sasaran
Rencana Putin Kuasai Ukraina dalam Waktu 6 Hari
Presiden Rusia Vladimir Putin berencana memenangkan invasi atas Ukraina dalam waktu enam hari.
Seperti yang diketahui, Putin mengumumkan operasi militer spesial pada Kamis (24/2/2022) dan berencana mengakhirinya dengan kemenangan pada tanggal 2 Maret mendatang.
Informasi ini disampaikan oleh Andrei Fedorov selaku mantan deputi Kementerian Luar Negeri Rusia.
Dikutip dari Aljazeera.com, Minggu (27/2/2022), Fedorov berharap Ukraina dan Rusia menyelesaikan konflik lewat jalur dialog.
"Saya mengetahui seperti apa posisi teman-teman saya di Kyiv dan pimpinan Ukraina. Mereka siap untuk duduk dan berdisuksi tetapi tanpa ada syarat tertentu," jelas Fedorov.
Pada Senin (28/2/2022) ini Ukraina dan Rusia dijadwalkan mengadakan pertemuan di Belarus.
Fedorov juga mengomentari soal sanksi yang diberikan oleh sejumlah negara kepada Rusia.
Menurut keterangan Fedorov, sanksi tersebut berdampak lebih besar dibandingkan perkiraan Rusia.
"Mereka (pemerintah Rusia) selalu berpikir mereka adalah negara besar, negara hebat. Berperan sebagai pemasok gas dan minyak. Mereka berpikir tidak akan pernah dikenakan sanksi. Inilah realitanya sekarang, dan ini menyebabkan banyak masalah di Rusia," ungkap Fedorov. (TribunWow.com/Via/Anung)