Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Cari Stok Obat, Gadis Ukraina dan Ibunya yang Sakit Tewas Diberondong Tank Rusia

Seorang wanita Ukraina dan ibunya yang sakit dilaporkan tewas ditembak tank Rusia saat mencari obat.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Twitter @PowerUSAID
Kolase sosok Valeriia Maksetska, wanita Ukraina yang meninggal akibat ditembak tank Rusia, Sabtu (12/3/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Seorang wanita Ukraina dan ibunya dilaporkan tewas ditembak pasukan Rusia.

Tragisnya, wanita bernama Valeriia Maksetska (31) alias Lera itu sedang mencarikan obat untuk ibunya, Irina, yang sedang sakit.

Bersama rekannya yang mengemudi, Yaraslov, Lera dan Iriana meninggal ketika sebuah tank Rusia tiba-tiba menembakkan misil ke mobilnya.

Unggahan Samantha Power yang mengabarkan kematian seorang gadis Ukraina bernama Valeriia Maksestka yang dibunuh tentara Rusia, Kamis (10/3/2022).
Unggahan Samantha Power yang mengabarkan kematian seorang gadis Ukraina bernama Valeriia Maksestka yang dibunuh tentara Rusia, Kamis (10/3/2022). (Twitter @PowerUSAID)

Baca juga: Tumpukan Jasad Korban Perang Ukraina Dimakamkan Massal, Mayat Dibungkus Kantong Plastik

Baca juga: Senjata Thermobaric Rusia Terekam Kamera, Ikut Balik Arah saat Dipukul Mundur Pasukan Ukraina

Kabar memilukan tersebut dibagikan oleh Administrator Badan Pembangunan Internasional AS, Samantha Power melalui Twitternya @PowerUSAID, Kamis (10/3/2022).

Disebutkan bahwa kejadian tersebut bertempat di sebuah desa di luar Kiev, ibukota Ukraina.

"Saya sangat sedih untuk berbagi kabar kematian Valeriia 'Lera' Maksetska, wanita Ukraina terhormat, mitra pelaksana @USAID Ukraina dan pemimpin yang brilian serta penuh kasih dalam membangun kohesi sosial dan memerangi disinformasi," tulis Power.

"Ia dibunuh militer Rusia hanya beberapa saat sebelum ulang tahunnya yang ke- 32."

Lera merupakan seorang petugas medis terlatih yang berasal dari wilayah Donestk yang kini dikuasai Rusia.

Ia pun memutuskan pindah ke Kiev dan bekerja pada lembaga kemanusiaan USAID.

Lera membuat keputusan sulit untuk tetap tinggal di Kiev setelah Rusia melancarkan invasi ke Ukraina lebih dari dua minggu lalu.

Wanita tersebut lebih memilih membantu sesama selama perang daripada mengungsi.

"Seperti yang ditulis Lera ketika Kiev diserang, dia marah pada kekerasan yang mengerikan, tetapi sangat bangga menjadi orang Ukraina dan tinggal di suatu tempat di mana kepercayaan penting," tulis Power.

Lera akhirnya terpaksa meninggalkan Kiev untuk mencari obat setelah ibunya yang sakit kehabisan pasokan medis.

Keduanya berkendara dibantu rekannya hingga ke perbatasan.

Mereka pun sempat menunggu konvoi Rusia lewat, ketika sebuah tank tiba-tiba melepaskan tembakan.

Halaman 1/4
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved