Konflik Rusia Vs Ukraina
Ditanya Wartawan Alasan Bombardir Rumah Bersalin di Ukraina, Ini Jawaban Rusia
Seusai mengadakan pertemuan dengan Menlu Ukraina, Menlu Rusia menjawab pertanyaan media tentang serangan Rusia ke sebuah rumah bersalin.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Mariupol, Serhiy Orlov mengaku tidak menduga Rusia akan menyerang rumah bersalin.
"Kami tidak mengerti bagaimana mungkin di era modern ini terjadi pemboman di rumah sakit anak-anak. Orang-orang tidak dapat percaya ini terjadi," ujar Olrov.
Baca juga: Ada Peluang Damai? Ini Hasil Pertemuan Menlu Rusia-Ukraina di Turki
Baca juga: Ukraina Akui Tak Mampu Lawan Rusia, Volodymyr Zelensky: Perang Dunia Ke-3 akan Dimulai
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan apa yang dilakukan oleh Rusia adalah kejahatan perang.
Orlov menyampaikan, sejak Mariupol diserang oleh pasukan Rusia, paling tidak ada 1,170 warga sipil tewas di sana.
Sementara itu, Rusia memberikan pembelaan atas serangan udara yang dilakukan pada sebuah kompleks RS Bersalin di Mariupol Ukraina.
Staf Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyinggung pernyataan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres di media sosial.
Pihaknya menyebut bahwa berita tentang pasien yang terkena serangan itu adalah kabar palsu.
Pasalnya, rumah sakit tersebut diklaim telah menjadi markas bagi pasukan radikal Ukraina.
Dilansir TribunWow.com dari kanal berita Rusia, Ria Novosti, Kamis (10/3/2022) Deputi Pertama Perwakilan Rusia untuk PBB Dmitry Polyansky memberi keterangan di akun Twitter pribadinya.
Ia menunjukkan kabar palsu yang diduga warga sipil diserang di sebuah rumah sakit di Mariupol.
Sebelumnya, Sekjen PBB António Guterres mengecam serangan Rusia di sebuah rumah sakit di Mariupol, tempat perawatan bersalin dan anak-anak berada.
Antonio Guterres mencatat bahwa warga sipil membayar harga tertinggi untuk perang yang tidak ada hubungannya dengan mereka.
Melalui akun Twitter pribadinya, ia menyerukan diakhirinya kekerasan tersebut agar tak ada lagi korban berjatuhan.
Polyansky langsung bereaksi terhadap pernyataan yang diunggah Antonio Guterres tersebut.
“Beginilah lahirnya berita palsu. Dalam pernyataan kami pada 7 Maret, kami memperingatkan bahwa rumah sakit ini telah diubah menjadi fasilitas militer oleh kaum radikal. Sangat mengkhawatirkan bahwa PBB mendistribusikan informasi ini tanpa verifikasi,” tulis Polyansky.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/rumah-bersalin-di-mariupol-uk1militer-rusia-rabu-932022.jpg)