Konflik Rusia Vs Ukraina
Bersedia Pertemukan Putin dan Zelensky, Kadyrov Tuntut Jabatan Presiden Ukraina Diganti Sosok Ini
Kepala Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov, mengaku siap mempertemukan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Kepala Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov, mengaku siap mempertemukan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Namun, niat tersebut disertai syarat yang harus dipenuhi Zelensky agar perdamaian antara Rusia dan Ukraina bisa terjadi.
Di sisi lain, ia menyatakan siap mengirim prajurit khusus dari keluarganya sendiri jika dalam kurun waktu tertentu, perang di Ukraina masih terjadi.
Baca juga: Pasukan Elite Chechnya Pro Rusia Gagal Lakukan Upaya Pembunuhan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky
Baca juga: Putin Catat Negara-negara yang Beri Sanksi Rusia akibat Invasi ke Ukraina, Rencanakan Balas Dendam?
Dikutip TribunWow.com dari media Rusia Radio Sputnik, Senin (7/3/2022) Kadyrov siap menjembatani pertemuan langsung Putin dengan Zelensky.
Hanya saja, ia meminta agar Zelensky 'mempercayai Rusia'.
Secara pribadi, Kadyrov akan menghubungi Putin agar bersedia untuk membuka dialog dengan Zelensky.
“Zelensky, jika anda pergi ke Polandia, Anda akan menghadapi nasib Saakashvili, yang dijebak dan akhirnya kembali ke tanah airnya lewat dermaga," tulis Kadyrov melalui kanal telegramnya.
"Jika anda mempercayai Rusia dan siap untuk berdialog, maka saya siap untuk bertemu dengan anda di tengah jalan dan secara pribadi meminta Presiden Rusia untuk memberi anda suaka dan menyelamatkan muka anda."
Kadyrov mengatakan bahwa ini adalah satu-satunya kesempatan Zelensky dan mengingatkan tak ada jalan keluar lain.
"Semua ini akan mungkin jika anda mendengarkan saya sekarang dan menggunakan satu-satunya kesempatan anda. Tidak ada tempat untuk lari," tulis Kadyrov.
Selain itu, Kadyrov menjamin Putin dan Zelensky akan mencapai kesepakatan dalam sebuah pertemua pribadi.
Hanya saja, ia menuntut agar Zelensky menyerahkan kekuasaan kepada Presiden Ukraina sebelumnya, Viktor Yanukovych.
Sementara itu, dilansir media Rusia Ria Novosti, Minggu (6/3/2022), Kadyrov mengatakan bahwa jika perlu, perwakilan keluarganya siap untuk pergi ke Ukraina.
Dia mengatakan bahwa di Chechnya, pembangunan personel SOBR 'Akhmat' berlangsung, yang terdiri lebih dari 60 pejuang keluarga Kadyrov.
Kadyrov menyatakan perwakilan keluarganya dari pasukan khusus tersebut, sudah begitu ingin dikirim ke medan perang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/kolase-potret-presiden-rusia-vladimir-putin-kiri-dan-presiden-ukraina-volodymyr-zelensky.jpg)