Konflik Rusia Vs Ukraina
Rusia Serang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Terbesar Eropa di Ukraina, AS dan Inggris Siaga Satu
Rusia melakukan penyerangan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia, Energodar, bagian tenggara Ukraina sejak Kamis (3/3/2022).
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Rusia melakukan penyerangan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia, Energodar, bagian tenggara Ukraina sejak Kamis (3/3/2022) petang.
Penembakan ke PLTN terbesar Eropa dengan enam reaktor tersebut langsung menarik perhatian Amerika Serikat dan Inggris.
Presiden Joe Biden dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pun segera melakukan tindakan.
Baca juga: Geger Kabar Rusia akan Invasi Moldova setelah Ukraina, Putin Ingin Bangun Kembali Uni Soviet?
Baca juga: Rumahnya Hancur karena Misil Rusia, Pria di Ukraina Menangis Ingat Momen Temukan Jasad Istrinya
Dilansir laman resmi pemerintah Inggris, gov.uk, Jumat (4/3/2022), Boris Johnson dikabarkan telah mendapat informasi langsung dari Zelensky.
Menurut Boris Johnson, aksi nekat pasukan Presiden Rusia Vladimir Putin itu bisa membahayakan keselamatan masyarakat Eropa.
Untuk mencegah terjadi hal yang tak diinginkan, Inggris pun berjanji akan melakukan segala daya upaya.
Termasuk meminta diadakannya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB dalam beberapa jam ke depan.
Pihaknya akan menaikkan isu tersebut dan mendesak Rusia untuk melakukan gencatan senjata di wilayah tersebut.
Sementara itu, dilansir whitehouse.gov, Kamis (3/3/2020), Joe Biden disebut telah juga berbicara langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Melalui keterangan resmi, Zelensky disebut memberikan kabar terbaru mengenai kondisi PLTN Zaporizhzhia yang kini terbakar.
Seperti halnya Boris Johnson, Joe Biden pun sepakat agar Rusia segera menghentikan kegiatan militernya di daerah tersebut dan mengizinkan petugas pemadam kebakaran untuk mengakses lokasi.
Pasalnya, dikhawatirkan ledakan di PLTN Zaporizhzhia akan menyebabkan bencana radiasi yang 10 kali lipat lebih besar dari PLTN Chernobyl.
Padahal, setelah ledakan tersebut, Chernobyl kini masih menjadi kota mati yang dilarang didatangi lantaran masih adanya efek radiasi.
Untuk menanggulangi hal tersebut, Joe Biden berdiskusi dengan Wakil Sekretaris Keamanan Nuklir Departemen Energi AS dan Administrasi Keamanan Nuklir Nasional (NNSA) Jill Hruby.
Baca juga: Viral Detik-detik Warga Kherson Tantang dan Rebut Kembali Bendera Ukraina dari Tentara Rusia
Baca juga: Ada Peran Prabowo di Balik Evakuasi WNI dari Ukraina, Intens Jalin Komunikasi dengan Menhan Rusia
Penghancuran Pusat Kota Kharkiv
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pengeboman-yang-dilakukan-rusia-terhadap-pltn-zaporizhzhia-energodar-bagian-tenggara-ukraina.jpg)