Konflik Rusia Vs Ukraina
Dikuasai Rusia, Berikut Kondisi Terkini Kebakaran PLTN Terbesar Ukraina, Berpotensi Ledakan?
Pasukan Rusia telah berhasil merebut pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia, Energodar, Ukraina.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Pasukan Rusia telah berhasil merebut pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia, Energodar, Ukraina.
Sempat terjadi pertempuran sengit di mana penembakan menyebabkan kebakaran yang menghancurkan fasilitas pelatihan di lokasi tersebut.
Jika kebakaran terus berlanjut, dikhawatirkan akan terjadi ledakan radioaktif yang bisa menimbulkan bencana besar seperti pada tahun 1986.
Baca juga: Efek Radiasi Nuklir jika PLTN Zaporizhzhia Ukraina Diledakkan Rusia, dari Kanker hingga Rusaknya DNA
Baca juga: Video Detik-Detik Pembangkit Nuklir Ukraina Diserang Rusia, PLTN Terbesar Eropa Kebakaran Hebat
Dilansir Aljazeera, Jumat (4/3/2022), Inspektorat nuklir Ukraina mengatakan bahwa angkatan bersenjata Federasi Rusia telah menduduki wilayah PLTN Zaporizhzhia.
Layanan darurat Ukraina mengatakan api yang berkobar selama berjam-jam, akhirnya padam pada pukul 06:20 waktu setempat.
Disebutkan kobaran api tidak mempengaruhi peralatan penting dan tidak menyebabkan kenaikan tingkat radiasi secara langsung.
"Direktur pembangkit mengatakan bahwa keamanan nuklir sekarang terjamin," kata Oleksandr Starukh, kepala administrasi militer wilayah Zaporizhzhia di Facebook.
"Menurut mereka yang bertanggung jawab atas pabrik, gedung pelatihan dan laboratorium terkena dampak kebakaran,” tambahnya.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan telah diberitahu oleh regulator Ukraina bahwa belum ada perubahan radiasi yang dilaporkan.
"Ukraina memberi tahu IAEA bahwa kebakaran di lokasi PLTN Zaporizhzhia tidak memengaruhi peralatan penting, personel PLTN mengambil tindakan mitigasi," bunyi keterangan tersebut.
Dilansir The Guardian, Jumat (4/3/2022), PLTN Zaporizhzhia, yang dibangun antara tahun 1984 dan 1995, adalah pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa dan terbesar kesembilan di dunia.
PLTN ini memiliki enam reaktor, masing-masing menghasilkan 950MW, dan total output 5.700MW, energi yang cukup untuk sekitar 4 juta rumah.
Bahkan, PLTN ini bisa menghasilkan seperlima dari listrik Ukraina dan hampir setengah energi yang dihasilkan oleh fasilitas tenaga nuklir di negara itu.
Terkait penyerangan ke PLTN Zaporizhzhia, Sekretaris energi AS, Jennifer Granholm, mengatakan reaktor di tempat tersebut dilindungi oleh struktur penahanan yang kuat dan sedang ditutup dengan aman.
Tony Irwin, profesor kehormatan di Universitas Nasional Australia, mengatakan reaktor tipe PWR jauh lebih aman daripada reaktor di Chernobyl.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/kondisi-pltn-zaporizhzhia-di-ukraina-sebelum-dibombardir-tentara-rusia.jpg)