Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

UPDATE Invasi Rusia ke Ukraina: Kota Kherson Direbut hingga Peperangan Terus Terjadi di Kharkiv

Invasi pasukan Rusia ke Ukraina yang sudah dilakukan sejak Kamis (24/2/2022) kini sudah memasuki hari ke-7. Ini update terbarunya.

Tayang:
AFP/SERGEY BOBOK
Pandangan umum ini menunjukkan balai kota Kharkiv yang rusak pada 1 Maret 2022, hancur akibat penembakan pasukan Rusia. - Alun-alun pusat kota kedua Ukraina, Kharkiv, ditembaki oleh pasukan Rusia yang menyerang gedung pemerintah setempat, kata gubernur regional Oleg Sinegubov. Kharkiv, kota yang sebagian besar berbahasa Rusia di dekat perbatasan Rusia, memiliki populasi sekitar 1,4 juta. (Photo by Sergey BOBOK / AFP) 

Jumlah kematian warga sipil meningkat, dan di seluruh negeri, orang-orang berlindung di ruang bawah tanah dan terowongan.

Dikutip dari CNN, ada sekitar 15.000 orang tidur di kereta bawah tanah di Kyiv.

BBC juga mengumumkan pada hari Rabu bahwa mereka telah beralih ke siaran radio kuno untuk membuat orang Ukraina mendapat informasi tentang perang.

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Filippo Grandi mengatakan ada eksodus pengungsi besar-besaran.

"Hanya dalam tujuh hari kita telah menyaksikan eksodus satu juta pengungsi dari Ukraina ke negara-negara tetangga," ujarnya dalam sebuah cuitan.

Menurutnya, jumlah itu mencapai lebih dari 2 persen dari populasi Ukraina, meskipun beberapa dari mereka yang melarikan diri dari Ukraina adalah warga negara dari negara lain.

Badan PBB telah memperkirakan ada 4 juta orang yang pada akhirnya meninggalkan Ukraina.

Sementara, Layanan Darurat Ukraina mengatakan lebih dari 2.000 warga sipil telah tewas, meskipun tidak mungkin untuk memverifikasi klaim tersebut.

Kantor hak asasi manusia PBB mengatakan, telah mencatat kematian 136 warga sipil, termasuk 13 anak-anak, di Ukraina sejak dimulainya invasi pada 24 Februari.

Komisi Uni Eropa mengatakan pada Rabu, mereka akan memberikan izin tinggal sementara kepada pengungsi yang melarikan diri dari Ukraina.

Pihak Uni Eropa juga mempertimbangkan para pengungsi untuk belajar dan bekerja di blok 27 negara.

Namun langkah itu akan membutuhkan persetujuan dari negara-negara anggota lain yang telah menyatakan dukungan luas.

6. Dugaan Kejahatan Perang Rusia

Majelis Umum PBB pada Rabu memberikan suara untuk menuntut Rusia menghentikan serangannya di Ukraina dan menarik semua pasukan.

Keputusan itu memperoleh 141 suara banding 5, dengan 35 abstain.

Presiden AS Joe Biden mengatakan, pemungutan suara itu menunjukkan tingkat kemarahan global atas serangan mengerikan Rusia terhadap Ukraina.

Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional membuka penyelidikan pada hari Rabu atas kemungkinan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan atau genosida di Ukraina, sejak 2013 dan meliput konflik saat ini.

Jaksa Karim Khan mengatakan, dia melakukannya setelah 39 negara anggota pengadilan meminta penyelidikan.

7. Dampak Sanksi Ekonomi pada Rusia

Akibat invasi yang dilakukannya, Rusia semakin terisolasi karena terkena sanksi ekonomi yang membuatnya di ambang kekacauan.

Juga, membuat negara itu tidak memiliki 'teman', selain China, Belarusia, dan beberapa negara lain.

Bank terkemuka Rusia Sberbank mengatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya menarik diri dari pasar Eropa di tengah pengetatan sanksi Barat.

Bank mengatakan anak perusahaannya di Eropa menghadapi aliran dana yang tidak normal dan ancaman terhadap keselamatan karyawan.

Di Washington, Gedung Putih mengumumkan sanksi tambahan terhadap Rusia dan Belarusia.

Termasuk memperluas kontrol ekspor yang menargetkan penyulingan minyak Rusia dan entitas yang mendukung militer kedua negara.

Sanksi Barat dan kehancuran rubel yang diakibatkannya telah membuat Kremlin berjuang keras untuk menjaga perekonomian tetap berjalan.

Putin mendapat kabar baik Rabu ketika kepala regulator bank China mengatakan China tidak akan menjatuhkan sanksi keuangan pada Rusia.

China adalah pembeli utama minyak dan gas Rusia dan satu-satunya negara yang menahan diri untuk tidak mengkritik invasi Ukraina. (Tribunnews.com/Maliana)

Baca berita lainnya

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 7 Update Terbaru Invasi Rusia: Kota Kherson Direbut hingga Peperangan Terus Terjadi di Kharkiv

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 4/4
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyKharkivKherson
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved