Konflik Rusia Vs Ukraina
Crazy Rich Rusia Tegaskan Sanksi Ekonomi Tak akan Hentikan Putin Serang Ukraina
Seorang milyarder asal Rusia menegaskan hukuman sanksi yang dijatuhkan AS dan negara-negara barat lainnya tidak akan mampu menghentikan Putin.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Satu dari beberapa orang Rusia paling kaya, Mikhail Fridman menegaskan bahwa hukuman sanksi yang dijatuhkan kepada Rusia tidak akan bisa menghentikan langkah Presiden Vladimir Putin menginvasi Ukraina.
Seperti yang diketahui pada hari ke-5 invasi yakni Senin (28/2/2022) Ukraina dan Rusia sempat berdiksusi kemungkinan damai.
Namun pada keesokan harinya Selasa (1/3/2022), Rusia meluncurkan serangan roket ke Kota Kharkiv yang merupakan kota terbesar kedua di Ukraina setelah Ibu Kota Kiev/Kyiv.
Baca juga: Adu Klaim Rusia Vs Ukraina, Putin Sewa Pembunuh Bayaran hingga Ukraina Manfaatkan Napi Pembunuh
Baca juga: China Menentang Sanksi Global terhadap Rusia, Sebut Ciptakan Masalah Baru pada Krisis Ukraina
Dikutip dari BBC.com, Fridman yang merupakan seorang Milyarder menjelaskan saat konpers di London, perang ini merugikan kedua belah pihak.
Fridman dan rekannya yang juga pebisnis asal Rusia, Oleg Deripaska berharap konflik bisa segera selesai lewat jalur damai.
Menurut Fridman, sanksi yang kini dijatuhkan kepada Rusia tidak bisa dibenarkan dan ia akan melawan.
Fridman menegaskan hukuman sanksi tersebut tidak akan mampu menghentikan langkah pemerintah Rusia.
Aset Fridman saat ini tengah dibekukan sebagai efek sanksi dari banyak negara.
Fridman sendiri merupakan pebisnis yang bergerak di sektor investasi, industri retail, minyak, hingga pendiri bank terbesar di Rusia.
Saat diminta berkomentar tentang aksi yang dilakukan Putin, Fridman menolak untuk bicara.
"Tolong jangan mendesak saya untuk berbicara," kata Fridman.
Bukan tanpa alasan, Fridman takut jika ia berbicara, keselamatan dirinya dan koleganya akan terancam.
Fridman juga menjelaskan bagaimana bisnisnya menyediakan banyak lapangan kerja baik di Ukraina maupun Inggris.
Di sisi lain, Uni Eropa menyebut Fridman sebagai satu dari beberapa donatur terbesar yang membiayai Putin.
Korea Utara Salahkan AS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/1an-saat-melakukan-konpers-di-london-tentang-konflik-ukraina-dan-rusia.jpg)