Konflik Rusia Vs Ukraina
Bertahan di Lokasi Perang, Bocah di Ukraina Histeris saat Malam Tiba: Ibu Saya Takut, Tolong
Seorang warga di Khariv, Ukraina menceritakan bagaimana warga sipil yang bertahan di rumah mereka berlindung dari konflik yang terjadi.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Kharkiv adalah satu dari beberapa kota di Ukraina yang menjadi target serangan pasukan militer Rusia.
Namun pasukan Ukraina mengklaim per Minggu (27/2/2022) telah berhasil mempertahankan kota tersebut dari gempuran pasukan Rusia.
Kengerian peperangan yang terjadi di dalam kota ini masih dirasakan oleh para warga sipil yang tinggal di Kharkiv.

Baca juga: Disuruh Kabur Bawa 3 Anaknya, Ibu di Ukraina Menangis Teringat Janji Suaminya
Baca juga: Pengungsi dari Ukraina Menangis Ungkap Keluarganya Seharian Harus Berlindung di Bawah Tanah
Dikutip dari BBC.com, warga sipil yang bertahan di Kharkiv diketahui berlindung di ruang bawah tanah.
Seorang perempuan warga Kharkiv mendengar tetangganya memberikan instruksi ke anak-anaknya apa yang harus dilakukan saat ada serangan.
"Sangat mengerikan mendengarkannya, bulu kudukku berdiri membayangkan seorang bocah berusia tiga tahun diajari cara bertahan dari serangan," ungkap wanita tersebut.
"Sepanjang malam, seorang anak perempuan terus-terusan membangunkan ibunya. Gadis itu kemudian duduk lalu menangis histeris 'Ibu saya takut, tolong selamatkan saya, selamatkan saya sekarang'."
"Dia baru tenang ketika pagi datang sembari dipeluk ibunya sepanjang malam."
Seorang warga lain menceritakan bagaimana dirinya terus mendengar suara tembakan dan ledakan di Kharkiv.
Seorang profesor universitas di Ukraina, Dmitry Shabanov mengonfirmasi bahwa peperangan terjadi sangat dekat dengan rumahnya.
"Tank berperang hanya beberapa kilometer dari rumah kami," jelas Dmitry.
"Kami bertahan di basemen rumah kami, istri saya dan dua anak kecil berusia 11 tahun serta, ibu saya yang berusia 80 tahun."
Warga lain bernama Maria Avdeev menyebut, pasukan Ukraina berhasil menekan pasukan Rusia bahkan menangkap satu per satu pasukan Rusia.
Tujuan Putin Serang Ukraina
Sebelumnya diberitakan, Putin menerima banyak protes dan kecaman dari berbagai pemimpin dunia setelah mengambil langkah melakukan invasi ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022).