MotoGP
Kata Marc Marquez Jelang Lakoni Seri Perdana MotoGP di Qatar, Singgung Masa Sulit dan Cedera
Pembalap MotoGP tim Repsol Honda, Marc Marquez memberi komentar terkait persiapannya jelang lakoni seri perdana MotoGP 2022 di Qatar.
Penulis: Yonatan Krisna Halman Tri Santosa
Editor: Lailatun Niqmah
Kecelakaan tersebut memaksa Marc Marquez harus absen lama akibat alami cedera patah tulang lengan kanan.
Kondisi tersebut membuatnya tak bisa melanjutkan dominasinya yang telah ia bangun sejak tahun 2016.
Pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut sebenarnya telah pulih di gelaran MotoGP 2021 saat menggelar balapan ketiga.
Namun karena kondisinya yang belum 100 persen prima membuatnya harus puas menelan hasil minor dalam tiga laga beruntun.
Meski harus menahan rasa sakitnya, namun rider asal Spanyol tersebut terbilang menjalani gelaran MotoGP 2021 hasil yang cukup mengesankan.
Ia berhasil comeback pada seri ketiga dan membukukan total empat podium dengan tiga kemenangan.
Dalam dua seri terakhir, Marc kembali harus menelan pil pahit didiagnosa terkena diplopia atau penglihatan ganda.
Cederanya tersebut sempat membuat beberapa pihak meragukan Marquez dapat turut serta dalam gelaran MotoGP 2022.
Akan tetapi keraguan tersebut dijawab oleh Marc Maruqez dengan turut serta dalam dua tes pramusim MotoGP 2022 di Sirkuit Sepang Malaysia dan Mandalika Indonesia.
Kegigihan dan perjuangan Marc Marquez untuk bangkit dari keterpurukan dalam dua musim terakhir yang membuat Jorge Lorenzo secara terang-terangan ungkap ketakjubannya terhadap The Baby Alien.
Lebih lanjut, Jorge Lorenzo juga menyebutkan jika hal itu menimpa pembalap lain, maka kariernya sudah dapat dipastikan hancur, namun tidak untuk Marquez.

"Jika hal yang terjadi dengan Marc Marquez menimpa pembalap lain, kemungkinan mereka akan hancur," kata Jorge Lorenzo.
Por Fuera julukan Lorenzo yang diketahui pernah bertandem dengan Marquez di tahun 2019 mengaku telah paham betul dengan karkater Marquez yang tak memiliki sedikit rasa takut.
"Tapi Marc Marquez, dari semuanya dia selalu menjadi orang dengan rasa takut yang paling kecil," ucap Jorge Lorenzo, dilansir dari Motosan.
"Dia yang paling kuat secara fisik, terjatuh dan kemudian dia masih tetap sama bagi saya itu brutal."