Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Bela Ukraina, Facebook Umumkan Ikut Serang Rusia Pakai Larangan Ini

Aplikasi Facebook turut buka suara terkait langkahnya membantu Ukraina menghadapi invasi Rusia yang telah terjadi sejak Kamis (24/2/2022).

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
BBC
ilustrasi aplikasi Facebook. Facebook yang saat ini turut turun tangan membantu Ukraina menghadapi Rusia dengan cara mengeluarkan sebuah larangan. 

TRIBUNWOW.COM - Aksi Rusia melakukan invasi ke Ukraina menerima kecaman dari banyak negara hingga organisasi internasional.

Diketahui pada Kamis (24/2/2022), Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan melaksanakan operasi militer spesial di Ukraina dengan tujuan demiliterisasi.

Saat ini, perusahaan besar seperti Facebook turut menyuarakan dukungan terhadap Ukraina dan ikut melakukan serangan ke Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan invasi ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022).
Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan invasi ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022). (The Telegraph)

Baca juga: Tolak Tawaran AS untuk Dibantu Kabur, Presiden Ukraina Ucapkan Kalimat Ini

Baca juga: Viral Warga Ukraina Adang Konvoi Tentara Rusia, Sendirian di Jalan Halangi Kendaraan Militer

Dikutip dari Sky News, serangan yang dilakukan oleh Facebook bukanlah serangan fisik atau siber/cyber.

Facebook memanfaatkan platformnya yang turut digunakan oleh pemerintah Rusia.

Fakta ini disampaikan oleh Kepala Urusan Keamanan Facebook, Nathaniel Gleicher.

"Kami sekarang melarang media milik pemerintah Rusia untuk menjalankan iklan atau melakukan monetisasi di platform kami," tegas Gleicher.

"Kami juga akan menyertakan label ke media yang dimiliki oleh pemerintah Rusia."

Gleicher menjelaskan, kebijakan ini telah berjalan dan akan terus dilakukan.

Ia menyamaikan, Facebook turut memantau perkembangan kondisi di Ukraina untuk membantu masyarakat di sana lewat platform Facebook.

Sebelumnya, kelompok hacker bernama Anonymous telah mendeklarasikan perang cyber/siber terhadap Rusia.

Deklarasi ini diumumkan pada hari Jumat (25/2/2022) atau satu hari seusai Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer spesial terhadap Ukraina pada Kamis (24/2/2022).

Sebuah akun media sosial yang mengatasnamakan Anonymous menyatakan para hacker yang tergabung di bawah Anonymous kini akan menyerang pemerintahan Rusia.

Diberitakan oleh media Rusia RT.com, sejumlah website milik pemerintahan Rusia telah menjadi korban.

Website tersebut mengalami gangguan untuk diakses hingga terpaksa harus dimatikan atau offline karena serangan para hacker.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyFacebookAnonymous
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved