Terkini Daerah
Awal Mula Ustaz di Lombok Lecehkan Santriwati di Asrama, Sempat Pergoki Korban Membawa Ponsel
Terungkap kronologi pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum ustaz di Suela, Lombok Timur berinisial AM (22) kepada santriwatinya.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Terungkap kronologi pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum ustaz di Suela, Lombok Timur, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) berinisial AM (22) kepada santriwatinya.
AM diduga telah melecehkan korban yang masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah.
Aksi pelecehan seksual pelaku tersebut berhasil terbongkar setelah korban akhirnya berani mengadukan perbuatan AM kepada orangtua.
Baca juga: Siswi SMA Dijemput Pria Bermotor, Tak Diantar ke Rumah Justru Diminta Buka Baju di Pinggir Lapangan
Dugaan sementara, aksi pencabulan ini sudah dilakukannya semenjak bulan Desember 2021 yang lalu.
Judan Putra Baya selaku Ketua dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Suela, membenarkan hal tersebut, saat dikonfirmasi oleh TribunLombok.com, Jumat (11/2/2022).
Diduga kejadian tersebut bermula saat korban ditegur oknum ustaz lantaran ketahuan membawa ponsel ke sekolah.
Terduga pelaku pun sempat menasihati korban, namun terduga pelaku tiba-tiba memeluk korban.
Kemudian berlanjut di bulan Desember 2021 korban kembali ditemukan merokok di ruang kelas oleh si oknum ustaz.
Akibatnya korban mendapat hukuman dari terduga pelaku, yakni tidak boleh tidur di asrama dan menyuruhnya tidur di ruang guru.

Sekitar pukul 03.00 WITA pelaku membangunkan seluruh santri termasuk korban.
Saat korban akan mengambil wudhu, pelaku menyuruhnya untuk ambil wudhu di kamar mandi ruang guru.
Sambil bertelanjang dada pelaku menghampiri korban yang akan mengambil wudhu itu dan tiba-tiba langsung memeluknya.
Dan pelecehan pun kembali berlanjut, di mana terduga pelaku disebut sempat menyentuh bagian sensitif korban.
Setelah kejadian itu pelaku sempat mengancam korban untuk jangan mengadu ke orang tuanya, dengan ancaman kelakuan korban merokok di sekolah akan diberitahukan ke orangtuanya.
Namun korban tetap melaporkan tindakan bejat pelaku ke orangtuanya.