Breaking News:

Terkini Daerah

Detik-detik Mobil Rombongan DPRD Batanghari Tabrak Pemotor hingga Tewas, Korban Ibu-ibu

Kecelakaan itu, menyebabkan seorang pemotor bernama Paryati meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.

Tribun Bali/Dwisuputra
Ilustrasi kecelakaan dan garis polisi. Seorang wanita tewas akibat kecelakaan yang melibatkan mobil rombongan DPRD Batanghari, di Tebo, Jambi, Rabu (2/9/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Mobil anggota DPRD Batanghari, Jambi terlibat kecelakaan di Jalan Lintas Jambi-Muara Bungo pada Rabu (9/2/2022) pukul 09.00 WIB. 

Kecelakaan itu, menyebabkan seorang pemotor bernama Paryati meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit. 

Wakil Ketua Komisi I DPRD Batanghari, Adison menyatakan turut berduka cita atas kejadian ini dan berjanji akan bertanggung jawab.

Baca juga: Penjelasan Polisi soal Penetapan Tersangka Kader PSI Fatimah dalam Kecelakaan AKP Novandi di Jakarta

Baca juga: Tabrak Pemotor hingga Korban Tewas, Rombongan DPRD Batanghari Lanjut Studi Banding: Namanya Musibah

"Kami atas nama DPRD dan lembaga bertanggung jawab penuh,” katanya, Jumat (11/2/2022) dikutip dari Tribun Jambi.

Adison, menyatakan bahwa semua ini adalah musibah. 

Dia, juga menceritakan detik-detik kecelakaan yang terjadi ketika dirinya dan rombongan hendak berangkat studi banding ke Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. 

Rombongan itu, berisi 11 orang dan kecelakaan terjadi saat di Kecamatan Ilir, Tebo. 

“Ketika melintas di Kecematan Tengah Ilir ada ibu-ibu pakai motor," ungkapnya.

Adison, menyebut korban terlihat ragu saat hendak menyeberang jalan. 

Si sopir sempat mengambil kesimpulan bahwa korban tidak akan jadi menyeberang sampai mobil yang dikendarainya lewat. 

Baca juga: Sosok AKP Novandi Arya, Anak Gubernur Kaltara Zainal Arifin yang Meninggal karena Kecelakaan

"Mobil kami sudah antisipasi lari ke kanan untuk menghindari pengendara motor itu. Spontan langsung nyebrang, langsung tetabrak,” katanya.

Setelah tertabrak, rombongan DPRD itu sudah melihat korban dalam keadaan tergeletak di jalan. 

Lalu, mereka mengevakuasinya ke puskesmas terdekat yang ada di sana. 

“Kami lakukan evakuasi ke Puskesmas Mengupeh," kata dia.

Di sana, saat itu juga disebut banyak orang yang ikut membantu menolong korban. 

Namun, tak ada orang di sana yang mengenali korban. 

"Sampai ke Puskesmas Mengupeh, Korban dapat perawatan IGD. Kami langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek terdekat," ujarnya.

Saat itu, kondisi korban masih bernyawa dan tak terpikir jika akan meninggal. 

Halaman
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved