Terkini Daerah
Mengaku Keluarga Korban, Warga Tolak Polisi Pindahkan Penghuni Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat
Mereka mengaku keluarga pekerja itu dan meminta para pekerja tak dipindahkan dari penjara di rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
Mengaku Nyaman Ditahan
Suasana di rumah pribadi Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin saat polisi mau mengevakuasi 27 tahanan yang ada di penjara pribadi Terbit Rencana Perangin-angin, Senin (24/1/2022). (HO/Tribun-Medan.com)
Kasus rehabilitasi ilegal ini masih menyita perhatian dan masih ada dugaan praktik perbudakan modern.
Namun, sejumlah pekerja yang ada di sana justru mengaku hidup nyaman.
Fredi Jonathan, misalnya, seorang yang mengaku pernah direhabilitasi di sana mengaku bahwa informasi yang beredar jika mereka diperbudak tidak benar.
"Kalau menurut aku nyaman. Aku sehat dan gemuk (sekarang), karena waktu masuk dulu (kondisi tubuhku) kurus," katanya saat berbincang dengan Tribun Medan di Kantor Camat Kuala, Jalan Binjai-Kuala, Selasa (25/1/2022).
Fredi saat ini telah kembali ke rumahnya sendiri.
Selama berada di dalam sel, Fredi mengaku mendapatkan pembinaan.
Ia juga membantah dipaksa bekerja di kebun sawit milik Bupati Langkat.
"Saya tidak pernah kerja di ladang (kebun sawit, red). Kalau aku, setelah selesai bersihkan kolam, aku masuk lagi ke dalam sel," jelas Fredi.
Fredi mengiyakan bahwa saat dipenjara, dirinya tidak diperbolehkan menggunakan ponsel, dan pengunjung yang mau menjenguk dibatasi.
Di sisi lain, pecandu lainnya yakni Jefri Sembiring mengaku tak pernah melihat adanya penyiksaan di penjara pribadi milik Terbit.
"Saya sudah pulang. Empat bulan saya berada di dalam. Dan saya tidak pernah lihat adanya orang disiksa," katanya.
Namun menurut pantauan Tribun-Medan.com, raut wajah Jefri tampak seperti orang kebingungan saat memberikan penjelasan.
Selama berada di dalam sel, Fredi bercerita, dirinya diberi makan tiga kali sehari.
Kasus dugaan perbudakan modern Langkat'>Bupati Langkat sampai saat ini masih terus ditangani oleh Komnas HAM. (TribunWow.com/Afzal Nur Iman)
Artikel ini diolah dari Tribun Medan yang berjudul POLISI Diadang Warga Saat Mau Evakuasi 27 Pemuda yang Ditahan Dalam Penjara di Rumah Bupati Langkat dan PENGAKUAN Dua Pecandu Narkoba yang Pernah Dipenjara di Rumah Bupati Langkat Terbit Perangin-angin