Terkini Daerah
Kasat Reskrim Boyolali Terlanjur Dicopot, Wanita Ngaku Diejek saat Lapor Dirudapaksa Ternyata Bohong
Belakangan terungkap, ternyata klaim dirudapaksa seseorang dan diejek Kasat Reskrim Boyolali saat melapor itu hanya kebohongan R.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Beberapa waktu lalu, publik sempat dihebohkan dengan kasus wanita mengaku diejek polisi saat melaporkan kasus rudapaksa yang dialaminya.
Bahkan, buntut dari pernyataan wanita berinisial R itu, Kasat Reskrim Polres Boyolali, Jawa Tengah, AKP Eko Marudin sampai dicopot dari jabatannya.
Belakangan terungkap, ternyata klaim dirudapaksa seseorang dan diejek Kasat Reskrim saat melapor itu hanya kebohongan.
Baca juga: Polda Jateng Sebut Pelaku Rudapaksa Wanita Asal Boyolali Polisi Gadungan: Dalam Pengejaran
Dikutip dari TribunSolo, Senin (24/1/2022), setelah dikonfrontir, R mengakui hubungan suami istri yang dilakukannya dengan GWS (sebelumnya ditulis GR) yang sebelumnya dilaporkannya sebagai rudapaksa, diakuinya dilakukan karena suka sama suka.
Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi melalui Kabidhumas Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menyebut, R tak bisa mengelak setelah polisi menyodorkan sejumlah bukti.
"Penyidik Ditreskrimum mempunyai bukti rekaman cctv di hotel tempat R ngamar bersama GWS pasangannya."
"Penyidik juga mengantongi hasil visum dari tim dokter terkait laporan perkosaan tersebut," ungkap Iqbal dalam siaran pers resmi yang diterima TribunSolo.com, Senin (24/1/2022).
Salah satu bukti yang ditelaah Polda Jateng adalah rekaman cctv.
Menurut Iqbal, dari gestur di cctv, R dan GWS terlihat mesra.
Bahkan, saat membayar hotel, kedua orang tersebut terlihat berebut untuk saling membayar.