Terkini Daerah
Bupati Langkat Ternyata Pernah Pamerkan Kerangkeng Manusia Miliknya, Akui Terima 100 Orang per Hari
Bupati Nonaktif Langkat, Terbit Rencana Peranginangin ternyata pernah menunjukkan kerangkeng manusia di rumah pribadi miliknya.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Bupati Nonaktif Langkat, Sumtaera Utara,Terbit Rencana Peranginangin ternyata pernah menunjukkan kerangkeng manusia di rumah pribadi miliknya.
Saat itu, sang bupati mengatakan kerangkeng manusia tersebut digunakan sebagai tempat pembinaan.
Melalui kanal YouTube Pemkab Langkat, Info Langkat, pada 27 Maret 2021 lalu, Terbit Rencana Peranginangin bahkan juga menceritakan awal mula pembuatan kerangkeng manusia itu.
Sebagai informasi, keberadaan kerangkeng manusia itu terungkap seusai rumah pribadi Terbit digeledah KPK.
Ia terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK beberapa waktu lalu.
Baca juga: Polisi Diadang Warga saat Evakuasi 27 Penghuni Kerangkeng Bupati Langkat, Diminta Kembalikan ke Sel
Baca juga: Fakta Terbaru Dugaan Perbudakan oleh Bupati Langkat, Diserahkan Orangtua dan Buat Surat Pernyataan
Menurut Terbit Rencana Peranginangin, kerangkeng manusia itu dibuat jauh sebelum ia menjadi seorang pejabat.
Sebelum menjabat sebagai bupati, Terbit juga sempat menduduki kursi Ketua DPRD Langkat.
Saat itu, Terbit menyebut kerangkeng manusia dibuatnya untuk pembinaan masyarakat yang terjerat narkoba.
Ia mengaku punya tujuan membantu masyarakat Langkat.
Terbit juga mengatakan tak meminta upah sepeser pun dari penghuni kerangkeng tersebut.
Sejak didirikan 10 tahun lalu, kerangkeng manusia itu sudah pernah menampung 2 ribu hingga 3 ribu orang.
Bahkan setiap harinya, Terbit mengaku menerima 100 orang yang masuk ke kerangkeng tersebut.
“Karena kita menerima, pada hari ini ada lah setiap harinya itu kurang lebih 100 orang yang kita bina di tempat kita," ujar Terbit, dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (26/1/2022).
Dalam video itu, Terbit juga menunjukkan lokasi rumah binaan yang ia maksud.
Seorang mantan pencandu narkoba bernama Terang mengaku sudah dibina selama satu tahun.
Biasanya ia dipekerjakan di pabrik sawit milik sang bupati.