Terkini Nasional
Ganjar Pranowo Ikut Beri Respons terkait Viral Kasus Edy Mulyadi Singgung Kalimantan, Ini Katanya
Menurut Ganjar Pranowo, polemik pernyataan Edy Mulyadi sama seperti ketika politisi PDIP Arteria Dahlan yang dianggap menghina bahasa Sunda
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ikut buka suara terkait polemik Edy Mulyadi yang dianggap menghina Kalimantan hingga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto,
Menurut Ganjar Pranowo, polemik pernyataan Edy Mulyadi sama seperti ketika politisi PDIP Arteria Dahlan yang dianggap menghina bahasa Sunda, yang melukai warga Jawa Barat.
Karena itu, Ganjar Pranowo meminta para pihak baik politisi maupun tokoh masyarakat untuk bisa lebih menahan diri.
Baca juga: Minta Maaf, Ini Kata Edy Mulyadi soal Kalimantan Tempat Jin Buang Anak: Buat Kami Itu Istilah Biasa
Baca juga: Tuai Kecaman, Edy Mulyadi Akhirnya Minta Maaf, Jelaskan Makna Kalimantan Tempat Jin Buang Anak
"Hari ini banyak statemen-statemen terkait suku, agama, ras, bahasa yang memunculkan reaksi di masyarakat."
"Saya kira saatnya kita menahan diri dan memilih diksi yang tepat. Jika statemen kita berpotensi bisa menyakiti hati masyarakat, mbok ya tidak dikeluarkan," kata Ganjar, dalam keterangannya, Senin (24/1/2022), dikutip dari Tribun Jateng.
Ganjar memahami bahwa maksud Edy Mulyadi maupun Arteria Dahlan bukanlah untuk menyinggung tetapi lebih kepada kritik.
Meski begitu, Ganjar menilai bahwa reaksi masyarakat juga harus dipertimbangkan sebelum menyampaikan pernyataannya.
Terlebih bagi politisi atau tokoh masyarakat yang seharusnya lebih paham terkait hal ini.
"Akhirnya reaksi muncul, di Jabar muncul, di Kalimantan muncul. Yuk, kita yang dipercaya masyarakat, kita yang mengerti persoalan dan perasaan masyarakat, kita bicara yang baik, yuk."
"Kritik boleh, tapi kalau kemudian apa yang disampaikan itu ada potensi menyakiti hati, lebih baik jangan dikeluarkan," ucapnya.
Baca juga: Terungkap Respons Prabowo Subianto seusai Dihina Edy Mulyadi, Sempat Disebut Macan Mengeong
Menurut Ganjar, hal ini juga tidak boleh mengurangi rasa kritis dari masing-masing pihak.
Tetapi harus lebih dijadikan pelajaran untuk menyampaikan kritiknya dengan bahasa yang sopan.
Meski berada dalam sistem demokrasi, berbagai pihak harus bisa menahan diri dalam menyampaikan kritiknya.
"Pilih kata-kata yang baik, ada cara menyalurkan yang baik, ruang diskusi sangat terbuka. Itulah demokrasi, maka kita tahan dirilah, itu," pesan Ganjar.
Di sisi lain, Ganjar juga berpesan agar masyarakat juga mengutamakan cara yang baik dulu.
Misalnya dengan mengundang pihak yang membuat perkataan tidak menyenangkan untuk mengklarifikasi maksud perkataannya.
"Menurut saya baik, sehingga orang yang membuat pernyataan gentle, datang bertemu kelompok masyarakatnya. Dia bisa menjelaskan, kalau salah minta maaf dan selesai klarifikasi. Jadi masyarakat jangan terprovokasi," pungkasnya.