Terkini Daerah
Korban Ritual Pesugihan, Pria di Gowa Tewas Dicekoki 2 Liter Air Garam oleh Orangtuanya
Sempat viral kasus ritual pesugihan di Gowa di mana orangtua hampir mengorbankan dua anaknya sendiri.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Publik sempat dibuat heboh oleh kasus ritual pesugihan sadis yang dilakukan oleh sebuah keluarga di Gowa, Sulawesi Selatan, pada Rabu (1/9/2021) lalu.
Seperti yang diketahui dalam kasus ini pria berinisial DS (22) tewas sedangkan adiknya AP (6) mengalami luka parah.
Keduanya menjadi korban kekerasan dari kedua orangtua mereka sendiri, paman, dan kakek.

Baca juga: Pengacara Danu Minta Polisi Jaga Saksi W terkait Kasus Subang: Dia Punya Info Sangat Bermanfaat
Baca juga: Fakta Baru Bocah Disiksa dan Jadi Tumbal Pesugihan Keluarga di Gowa, Begini Kondisinya
Dikutip dari Kompas.com, makam DS dibongkar oleh pihak kepolisian pada Senin (20/9/2021) untuk keperluan autopsi.
Setelah dilakukan proses autopsi, dipastikan DS tewas karena dicekoki dua liter air garam.
Ditemukan juga tanda-tanda kekerasan lainnya di jasad DS.
Autopsi dilakukan oleh pihak kepolisian sebab tewasnya DS dirasakan tidak wajar.
Kini kasus tewasnya DS telah berlanjur ke proses sidik.
"Sudah proses sidik," kata Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman, Jumat (7/1/2022).
"Hasil autopsi benar ada tanda-tanda kekerasan."
Keempat tersangka yang telah ditetapkan atas tewasnya DS adalah bapak dan ibu korban Hasniati (43) Taufiq (47), pamannya bernama Udin Sauddin (44), dan kakeknya Barrisi (70).
Satu hari setelah DS dikubur, giliran AP adik DS yang menjadi incaran tumbal ritual keluarganya.
Bahkan, ibu korban sempat hendak mencongkel mata kanan sang anak.
Beruntung, kejadian miris dan tak masuk di akal itu diketahui oleh paman korban yang bernama, Bayu.
Bayu sebagai saksi mengatakan, ketika itu dirinya baru pulang dari pemakaman DS, kakak dari AP.
Seusai DS dimakamkan, Bayu sangat terkejut saat di rumah duka justru terjadi penganiayaan dilakukan terhadap AP.
Hal itu disampaikan Bayu saat ditemui di RSUD Syekh Yusuf Gowa, tempat AP dirawat, Rabu (8/9/2021)
"Iya saya ada di lokasi saat korban AP dianiaya, saat itu saya berada di depan rumahnya pulang dari pemakaman DS kakak dari AP," ujar Bayu dikutip TribunWow.com dari TribunTimur, Kamis (9/9/2021).
Saat kejadian, beruntung ada seorang prajurit TNI yang masih di rumah duka selepas dari pemakaman DS.
Bayu mengatakan, anggota TNI itu sempat menolong AP dari aksi kekerasan yang dilakukan orangtuanya.
Namun, mereka kewalahan lantaran jumlah pelaku lebih banyak.
Tak lama kemudian, Bayu berinisiatif memanggil pemerintah dan Babinsa setempat.
"Kebetulan saat itu ada salah seorang anggota TNI, satu lagi dari Babinsa. Jadi yang ikut evakuasi itu saya dan ada dua orang anggota TNI," bebernya.
Keluarga Sempat Melawan
Bayu menyatakan, dia bersama dua orang anggota TNI tersebut sempat dihalau oleh para pelaku.
Pera pelaku yang bermaksud untuk mengambil mata korban melakukan perlawanan.
Namun, korban akhirnya berhasil dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas setempat sebelum dirujuk ke RSUD Syekh Yusuf Gowa.
"Evakuasi pertama kita sempat dicegat, setelah itu saya berinisiatif memanggil pemerintah setempat dan akhirnya bisa dievakuasi. Langsung dievakuasi ke puskesmas," jelasnya.
Kini, AP diketahui telah menjalani operasi mata kanannya.
Sementara itu, polisi terus melakukan penyidikan terhadap ayah dan ibu korban bernama Hasniati (43) dan Taufiq (47), paman korban yang bernama Udin Sauddin (44), serta kakek korban, Barrisi (70).
Baca juga: Nyaris Buta karena Dijadikan Tumbal oleh Orangtuanya, Bocah di Gowa Sudah Mulai Berani Lakukan Ini
Kondisi AP setelah Matanya Hampir Diambil
Sampai saat ini pihak kepolisian masih mendalami kasus penganiayaan yang menimpa seorang bocah perempuan berinisial AP (6) yang diduga dipicu oleh ilmu hitam hingga kepercayaan akan tumbal dan pesugihan.
Bocah asal Gowa, Sulawesi Selatan itu mengalami sejumlah luka seusai bola matanya dilukai paksa oleh orangtuanya yang dibantu oleh dua anggota keluarga terdekatnya yakni paman dan kakeknya.
Meski nyaris kehilangan mata kanannya, kondisi AP kini diketahui semakin membaik.
Dikutip TribunWow.com dari TribunGowa.com, hal itu disampaikan oleh Dokter spesialis mata RSUD Syekh Yusuf Gowa, dr. Yusuf Bachmid.
"Hari ini sudah tidak diperban (matanya) Alhamdulillah bagus, supaya dia nyaman dan bisa menggerakkan matanya," ujarnya saat ditemui di RSUD Syekh Yusuf Gowa, Selasa (7/9/2021).
Dokter Yusuf mengatakan, tingkat kesembuhan korban termasuk cepat dan diperkirakan akan sembuh dalam waktu kurang dari satu bulan.
"Kita lihat tidak sampai sebulan. Mungkin ini berkah karena anak ini sudah cukup menderita, banyak yang bersimpati, Insya Allah cepat sembuhnya," ucap dr. Yusuf.
Sementara itu paman korban Bayu (27), mengatakan AP sudah mulai berani berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.
"Alhamdulillah sudah mulai membaik, untuk interaksi kita batasi dulu karena masih butuh istirahat. Ketika diajak berinteraksi sama orang sudah mulai merespon," ujarnya.
Pihak kepolisian saat ini sudah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. (TribunWow.com/Anung)
Sebagian artikel ini diolah dari Tribun-Timur.com dengan judul Kesaksian Paman Korban Saat Bocah 6 Tahun Jadi Tumbal Pesugihan, Dianiaya Saat Kakaknya Meninggal, Sempat Dibawa ke Dukun, Polisi Selidiki Penyebab Kematian Kakak Bocah Korban Pesugihan di Gowa, dan Bocah Enam Tahun di Gowa Jadi Tumbal Pesugihan, Orangtua, Paman dan Kakek Ditetapkan Tersangka , serta Kompas.com dengan judul "Pesugihan di Gowa, Kakak Tewas Dicekoki 2 Liter Air Garam dan Mata Adik Ikut Ditumbalkan, Pelaku Keluarga Sendiri"