Breaking News:

Terkini Daerah

Korban Ritual Pesugihan, Pria di Gowa Tewas Dicekoki 2 Liter Air Garam oleh Orangtuanya

Sempat viral kasus ritual pesugihan di Gowa di mana orangtua hampir mengorbankan dua anaknya sendiri.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Istimewa via tribun-timur
Suasana rumah bocah perempuan berinisial AP (6) korban pesugihan, kamar diduga ada sesajen, di Lembang Panai, Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. 

TRIBUNWOW.COM - Publik sempat dibuat heboh oleh kasus ritual pesugihan sadis yang dilakukan oleh sebuah keluarga di Gowa, Sulawesi Selatan, pada Rabu (1/9/2021) lalu.

Seperti yang diketahui dalam kasus ini pria berinisial DS (22) tewas sedangkan adiknya AP (6) mengalami luka parah.

Keduanya menjadi korban kekerasan dari kedua orangtua mereka sendiri, paman, dan kakek.

Gadis belia berinisial AP (6) korban pesugihan oleh orangtuanya sendiri, kini kondisinya mulai membaik di RSUD Syekh Yusuf Gowa, Selasa (7/9/2021).
Gadis belia berinisial AP (6) korban pesugihan oleh orangtuanya sendiri, kini kondisinya mulai membaik di RSUD Syekh Yusuf Gowa, Selasa (7/9/2021). (TRIBUN-TIMUR.COM/SAYYID)

Baca juga: Pengacara Danu Minta Polisi Jaga Saksi W terkait Kasus Subang: Dia Punya Info Sangat Bermanfaat

Baca juga: Fakta Baru Bocah Disiksa dan Jadi Tumbal Pesugihan Keluarga di Gowa, Begini Kondisinya

Dikutip dari Kompas.com, makam DS dibongkar oleh pihak kepolisian pada Senin (20/9/2021) untuk keperluan autopsi.

Setelah dilakukan proses autopsi, dipastikan DS tewas karena dicekoki dua liter air garam.

Ditemukan juga tanda-tanda kekerasan lainnya di jasad DS.

Autopsi dilakukan oleh pihak kepolisian sebab tewasnya DS dirasakan tidak wajar.

Kini kasus tewasnya DS telah berlanjur ke proses sidik.

"Sudah proses sidik," kata Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman, Jumat (7/1/2022).

"Hasil autopsi benar ada tanda-tanda kekerasan."

Keempat tersangka yang telah ditetapkan atas tewasnya DS adalah bapak dan ibu korban Hasniati (43) Taufiq (47), pamannya bernama Udin Sauddin (44), dan kakeknya Barrisi (70).

Satu hari setelah DS dikubur, giliran AP adik DS yang menjadi incaran tumbal ritual keluarganya.

Bahkan, ibu korban sempat hendak mencongkel mata kanan sang anak.

Beruntung, kejadian miris dan tak masuk di akal itu diketahui oleh paman korban yang bernama, Bayu.

Bayu sebagai saksi mengatakan, ketika itu dirinya baru pulang dari pemakaman DS, kakak dari AP.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
GowaSulawesi SelatanPesugihanTewasKasus Pembunuhan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved