Piala AFF 2021
Kabar Duka di Balik Pergantian Kiper Thailand Vs Indonesia: Ayah Kawin Thamsatchanan Meninggal Dunia
Ada kabar duka dibalik momen pergantian kiper yang dilakukan oleh pelatih Timnas Thailand Mano Polking di laga kontra Indonesia.
Penulis: Adi Manggala Saputro
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Ada kabar duka dibalik momen pergantian kiper yang dilakukan oleh pelatih Timnas Thailand Mano Polking di laga leg 1 kontra Indonesia Rabu (29/12/2021) di National Stadium, Singapura.
Pada pertandingan final leg pertama tersebut, Timnas Thailand berhasil menghukum Timnas Indonesia dengan skor telak 4-0.
Keempat gol Thailand ke gawang Indonesia di cetak oleh Chanathip Songkrasin (2' dan 52'), Supachok Sarachat (62'), dan Bordin Phala (83').
Namun, di balik kemenangan besar Thailand kontra Indonesia, ada salah satu meomen yang tentunya mengundang banyak pertanyaan besar bagi suporter Garuda.
Pasalnya, pelatih Timnas Thailand berkebangsaan Brasil dan Jerman, Mano Polking memilih untuk mengganti kipernya Siwarak Tedsungnoen dengan Kawin Thamsatchanan di menit ke-75.
Hal itu sontak sempat membuat pendukung Timnas Indonesia geram.
Bahkan banyak yang mengira aksi Mano Polking merupakan bentuk ejekannya kepada anak asuh Shin Tae-yong yang tidak berdaya dilumat 4 gol tanpa balas.
Namun, stigma negatif suporter Timnas Indonesia akhirnya berbalik menjadi respect seusai mengetahui alasan dibalik momen pergantian kiper Thailand oleh Mano Polking.
Baca juga: Skenario Timnas Indonesia Bisa Juara Piala AFF 2020, Butuh Keajaiban saat Lawan Thailand di Leg 2
Ternyata, alasan Mano Polking melakukan pergantian kiper di menit ke-75 dengan memasukkan Kawin Thamsatchanan karena didasari oleh rasa kepeduliannya untuk mantan kiper utama Thailand tersebut.
Mengingat, jelang laga leg pertama Final Piala AFF 2020, Kawin Thamsatchanan mendapatkan kabar duka bahwa sang ayah telah meninggal dunia.
Klarifikasi tersebut disampaikan Mano Polking kepada salah satu media di Vietnam, Bongda 24.
Dikutip TribunWow.com dari Bongda 24, saat membeberkan alasannya, Mano Polking terlihat tak kuasa menahan air matanya.
Pelatih berusia 45 tahun itu mengatakan bahwa pergantian pemain yang dilakukan olehnya di pertengahan babak kedua bukan untuk meremehkan Timnas Indonesia.
“Saya sudah memikirkan hal ini (memasukkan Kawin) sebelum pertandingan,” tutur Mano Polking, dikutip TribunWow.com dari Bongda 24.
“Saya tidak bermaksud untuk tidak menghormati tim nasional Indonesia.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/mano-polking-dan-kawin-21.jpg)