Virus Corona
Varian Omicron Jadi Ancaman Besar bagi Penderita Long Covid, Penyintas Terus Alami Kelelahan
Varian Virus Corona Omicron mulai menyebar di Indonesia setelah 46 orang terinfeksi.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Varian Virus Corona Omicron mulai menyebar di Indonesia setelah 46 orang terinfeksi.
Diketahui, penelitian awal tentang varian Omicron sejauh ini menunjukkan bahwa varian baru virus corona itu sangat cepat menyebar.
Dinyatakan Omicron bahkan lebih menular dibandingkan varian Delta.
Baca juga: Kronologi Pasien Positif Omicron Bisa Lolos dari Wisma Atlet, Ajukan Dispensasi Isolasi di Rumah
Hal ini menimbulkan kekhawatiran, terutama pada pasien Long Covid.
Berdasarkan laporan yang ada, penyakit yang disebabkan infeksi varian Omicron dinilai lebih ringan, setidaknya di antara mereka yang sudah divaksinasi lengkap atau sudah mendapatkan vaksin booster.
Kendati demikian, munculnya varian B.1.1.529 ini menimbulkan kekhawatiran baru khususnya di kalangan pasien dengan Long Covid.
Bagi mereka yang masih merasakan gejala Covid-19 selama berbulan-bulan, varian Omicron adalah ancaman besar.
Laurie Bedell, penyintas Long Covid dari Pittsburgh mengatakan dia terus mengalami kelelahan, tubuh yang lemas dan gejala lainnya yang telah mengubahnya secara fisik.
Baca juga: Kenali Gejala Covid-19 Varian Omicron, Lengkap dengan Cara Pencegahannya
Bedell menjelaskan, bahwa dia dan pasien Long Covid lainnya menjadi takut untuk keluar rumah di tengah penyebaran varian Omicron.
Sebab, sejauh ini virus Omicron merupakan varian yang mendominasi dalam beberapa pekan setelah terdeteksi di Amerika Serikat, dan disebut-sebut varian Omicron lebih menular dari varian Delta.
"Saya ketakutan. Saya tidak tahu apakah saya akan aman dari infeksi lain," ungkap Bedell, seperti dilansir dari NBC News, Jumat (24/12/2021).
Di sisi lain, infeksi ulang pada penyintas Covid-19 akibat varian Omicron juga menjadi perhatian bagi para ahli.
Sebuah studi dari Public Health Scotland yang dipublikasikan 22 Desember 2021 menemukan, bahwa kasus virus Omicron di Skotlandia meningkat di antara penyintas Covid-19.
“Kami telah mengamati pasien di klinik kami yang telah terinfeksi kembali dengan Covid varian (Omicron) lain. Mereka memiliki gejala Covid yang baru atau (bahkan) memburuk setelah infeksi ulang," ujar direktur di UNC Covid Recovery Clinic di Carolina Utara, Dr John Baratta.
Apakah varian Omicron akan menyebabkan Long Covid?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pria-berseragam-cokelat.jpg)