Breaking News:

Terkini Daerah

Gegara Sakit Hati, Dukun Asal Banjar Tewaskan 2 Orang Modus Ritual Pengganda Uang

Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono menyebut bahwa pelaku melakukan aksinya karena sakit hati terhadap korban. 

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ilustrasi pelaku kejahatan. 

TRIBUNWOW.COM - Dua orang warga Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat tewas seketika usai mengikuti ritual pengganda uang yang diminta oleh tersangka bernama Yohanes Suroyono.

Yohanes, meracuni tiga orang karena tak terima dibilang penipu. 

Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono menyebut bahwa pelaku melakukan aksinya karena sakit hati terhadap korban. 

Baca juga: Tampang Dukun yang Tewaskan 2 Orang Modus Ritual Pengganda Uang, Tak Terima Dianggap Penipu

Baca juga: Terungkap Cara Dukun Pengganda Uang Tipu Kliennya, Korban Lalu Diracuni Pakai 1,5 Kg Daging Kambing

"Ketiga korban ini mendatangi rumah keluarga tersangka dan sempat memarahi anaknya dan mengatakan tersangka ini hanya pura-pura atau pembohong," ucapnya di Mapolres Garut, Jumt (24/12/2021), dikutip dari Tribun Jabar.

Ketiga korban, merupakan klien dari Yohanes yang mengaku sebagai dukun dan bisa menggandakan uang. 

Namun, karena pelaku tak bisa membuktikan ucapannya, korban pun mendatangi kediaman pelaku.

Di sana korban marah-marah dan meminta uangnya yang dijadikan syarat penggandaan uang dikembalikan.

Baca juga: Kronologi Bocah 11 Tahun Selamatkan Diri dari Dukun Cabul di Sumsel, Sempat Ingin Buang Air Kecil

"Pelaku ini melakukan sebuah praktik ritual penggandaan uang, tersangka YS alias Abah U ini adalah warga Banjar," ujarnya. 

Tersangka yang tak terima dibilang penipu di depan anaknya kemudian mulai merencanakan pembunuhan itu. 

Ritual Maut

Korban kemudian diminta ke suatu tempat di Garut dan dijanjikan untuk melakukan ritual pengganda uang di sana. 

"Kemudian akhirnya pada 15 Desember di Santolo Garut Selatan, tersangka melakukan ritual bersama tiga orang korbannya," ucap Wirdhanto.

Ritual yang dimaksud adalah dengan prosesi-prosesi dan korban diminta untuk memakan daging kambing seberat 1,5 kg. 

Semua korban pun hanya menuruti apa yang diperintahkan Yohanes berharap ia bisa menepati janjinya. 

Namun, daging kambing yang sudah disiapkan oleh tersangka yang ternyata sudah diracuni.

"Kejadiannya pukul 9.30 malam, ketiga korban mengonsumsi daging tersebut yang ternyata sebelumnya sudah dicampur racun tikus jenis tenik," ujar Wirdhanto.

Hingga kemudian tersangka melarikan diri dan meninggalkan korban dalam keadaan kritis. 

"Sehingga akhirnya ketiganya bereaksi yang mengakibatkan korban dua meninggal dunia dan satu kritis," ucap Wirdhanto.

Akui Hanya Dukun Gadungan

Kepada polisi, tersangka mengakui bahwa dirinya merupakan dukun gadungan.

Ketiga korban merupakan kliennya yang berhasil diperdaya dengan trik yang biasa dilakukan pelaku. 

Dirinya berhasil menipu korbannya dengan membuat tempat penggandaan uang dari sebuah kardus bekas yang sudah dimodifikasi menggunakan benang.

"Kardus dikasih benang, dibuat seperti jaring laba-laba di atas (kardus), udah gitu uang ditumpuk diatasnya, kalo dalamnya itu kosong," ujar Yohanes saat diwawancarai.

Dengan cara itu, yang di kardus bisa terlihat banyak dan meyakinkan para korbannya. 

Uang yang ditumpuk itu, juga disebut merupakan hasil uang yan dikumpulkan dari para korban sebagai syarat awal.

"Disimpan uang selembar-selembar jadi kelihatannya banyak, kayak penuh, itu uang punya mereka yang sudah saya tukarkan di pom bensin," ucapnya.

Ia mengaku sudah menjalankan aksinya tersebut sejak satu tahun yang lalu.

"Selama tahun 2021 ini, uangnya untuk hidup dan untuk tani," ucapnya. (TribunWow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Terkait Lainnya

Artikel ini diolah dari Tribun Jabar yang berjudul Seorang Dukun Pengganda Uang Habisi Nyawa Pasiennya Gunakan Racun, Alasannya Ternyata Karena Ini dan Modus Dukun Pengganda Uang Asal Banjar Ternyata Melakukan Teknik Ini untuk Kelabui Korbannya

Sumber: Tribun Jabar
Tags:
Sakit HatiDukunPengganda UangPembunuhanPolisi
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved