Kabar Tokoh
Sosok KH Said Aqil Siradj, Calon Ketua Umum PBNU Terpilih, Ini Rekam Jejak Jabatan di Organisasi
KH Said Aqil Siradj dan KH Yahya Cholil Staquf terpilih secara resmi lewat pemungutan suara.
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Akhirnya pencarian calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) lewat acara Muktamar NU ke-34 telah selesai.
Hasilnya, KH Said Aqil Siradj resmi menjadi calon ketua umum PBNU dengan KH Yahya Cholil Staquf.
KH Said Aqil Siradj dan KH Yahya Cholil Staquf terpilih secara resmi lewat pemungutan suara.
Acara tersebut diketahui dilakukan di Gedung Serba Guna Universitas Lampung, Bandar Lampung, Jumat (24/12/2021) dini hari
Baca juga: Gus Yahya dan Aqil Siradj Resmi Jadi Caketum PBNU, Sosok Ini Unggul 100 Suara Lebih
Lalu bagaimana sosok KH Said Aqil Siradj?
Dikutip Surya.co.id dari Wikipedia, Said Aqil lahir pada 3 Juli 1953 di Cirebon, Jawa Barat.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul 'Ulama (PBNU) masa khidmat 2010-2021, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon, sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Jakarta Selatan.
Pada masa kepemimpinannya, NU banyak memiliki kemajuan besar, baik di bidang pendidikan, kesehatan, hingga perekonomian.
KH. Said Aqil Siroj merupakan putra kedua dari KH. Aqiel Siroj (Pendiri Pondok Pesantren KHAS Kempek,1960), dan ibu beliau bernama Nyai Hj. Afifah Harun.
Riwayat Organisasi:
- Sekretaris Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Krapyak, Yogyakarta masa khidmat 1972-1974
- Ketua Keluarga Mahasiswa NU (KMNU) Makkah masa khidmat 1983-1987
- Wakil Katim 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 1994-1998
- Katib 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 1998-1999
- Penasehat Gerakan Anti Diskriminasi Indonesia (GANDI) tahun 1998
- Ketua Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa (FKKB) sejak 1998-sekarang
- Penasehat Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia sejak 1998-sekarang
- Wakil Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Peristiwa Kerusuhan Mei 1998
- Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Pembantaian Banyuwangi 1998
- Wakil Ketua Tim Penyusun Rancangan AD/ART Partai Kebangkitan Bangsa tahun 1998
- Penasehat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) sejak 1999-sekarang
- Ketua Panitia Muktamar Nahdlatul Ulama ke-30 di Kediri tahun 1999
- Anggota Kehormatan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) 1999-2002
- Anggota MPR Fraksi Mewakili Nahdlatul Ulama tahun 1999-2004
- Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 1999-2004
- Penasehat Masyarakat Pariwisata Indonesia periode 2001-sekarang
- Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2004-2010
- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2010-sekarang
- Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) sejak 2011-sekarang
- Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia tahun 2012-2014
- Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) sejak 2020-sekarang
- Wakil Presiden Organisasai Agama Sedunia sejak 2019-sekarang
Baca juga: PBNU Dukung Hukum Kebiri Pelaku Rudapaksa 21 Santriwati di Kota Bandung, Simak Penjelasannya
Sebelumnya diberitakan tiga nama muncul dalam perhitungan suara bakal calon Ketua Umum PBNU.
Ketiganya, yakni KH Said Aqil Siradj, KH Yahya Cholil Staquf, dan KH As'ad Ali.
Pantauan Tribunlampung.co.id, Jumat (24/12/2021) di ruang sidang pleno GSG Unila, suara Said Aqil dan Yahya Staquf bersaing ketat dalam perhitungan suara tersebut.
Keduanya saling mengejar, sesuai yang disebutkan oleh Ketua Sidang Pleno dan Ketua Umum PBNU, Prof Mukri.
Sementara, As'ad Ali sejuah ini baru mendapat lima suara.