Breaking News:

Terkini Daerah

KPAID Sesalkan Istri Terduga Pelaku Panggil Santriwati Korban Pelecehan di Tasik: Bikin Tertekan

Korban dipanggil tanpa pendampingan dan pertemuan itu disebut berdampak pada tekanan psikis terhadap korban.

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto. Dirinya menyampaikan bahwa korban dipanggil istri terduga pelaku hingga mengakibatkan tekanan psikis, Senin (13/12/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Tasikmalaya Ato Rinanto menyesalkan tindakan istri guru mengaji yang merupakan terduga pelaku pelecehan kepada sembilan santriwati di Tasikmalaya, Jawa Barat. 

Korban dipanggil tanpa pendampingan dan pertemuan itu disebut berdampak pada tekanan psikis terhadap korban.

"Beberapa hari yang lalu kami mendapat aduan juga dari anak-anak, menyampaikan bahwa telah dipanggil oleh istri dari terduga pelaku," katanya dalam kanal Youtube tvOneNews, Senin (13/12/2021).

Baca juga: Cara HW Sembunyikan Bayi Santriwati, Ada Ruang Khusus hingga Dianggap Anak Yatim Piatu

Baca juga: Belum Selesai di Bandung, Kasus Santri Jadi Korban Rudapaksa Terjadi di Tasikmalaya, Korban 9 Orang

Dirinya mengaku tidak tahu persis apa kepentingan istri terduga itu memanggil para korban untuk bertemu tanpa pendampingan. 

Namun, pertemuan itu membuat korban kembali mengalami tekanan psikis. 

"Hasil dari peristiwa itu kami dapati, anak-anak kondisi psikisnya kembali turun ke titik yang rendah," lanjutnya. 

Hal itu juga dinilai berdampak pada proses penyelidikan yang sedang dilakukan pihak kepolisian. 

Pasalnya, pihak yang bersangkutan harus kembali untuk melakukan pemulihan psikis kepada korban. 

"Yang memang hari ini dijadwalkan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dari Polres Tasikmalaya," kata Ato. 

Lakukan Aksinya saat Korban Sakit

Pihaknya sendiri menangani lima dari korban yang sejauh ini diketahui berjumlah sembilan orang.

Baca juga: Gara-gara Viral, Banyak Orang Lacak Identitas Santriwati Korban Rudapaksa Guru

Lima korban tersebut mengaku dilecehkan justru saat mereka sedang sakit dan berada di ruang perawatan yang ada di pondok pesantren. 

"Dari investigasi dan pengakuan dari santriwati ini TKP-nya terjadi di kobong, pondok, dengan modus ketika santriwati ini sakit, kemudian pada saat pagi-pagi atau subuh, yang lainnya melakukan kegiatan pada umumnya dan tentu yang sakit itu kan tinggal di Kobong, tinggal di tempat dan di situ pelaku melakukan aksinya," katanya.   

Saat sakit itulah pelaku mendatangi korban dan melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan seorang guru.

Pelaku sendiri merupakan seorang guru di sana dan juga mengajar di tempat-tempat lainnya. 

Halaman
12
Tags:
SantriwatiKPAIDPencabulanPelecehanrudapaksaTasikmalaya
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved