Terkini Daerah
Perkara Warisan, 1 Keluarga Sekongkol Bakar Pria Ini hingga Tewas, Korban Juga Dilempari Batu
Polisi akhirnya meringkus delapan pelaku pembunuhan DS (38), seorang pria asal Desa Durian Lingga, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Polisi akhirnya meringkus delapan pelaku pembunuhan DS (38), seorang pria asal Desa Durian Lingga, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Diberitakan sebelumnya, DS tewas seusai disiram bensin dan dibakar hidup-hidup hingga tewas oleh para pelaku, Kamis (2/12/2021) lalu.
Direskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan pelaku terdiri dari delapan orang yang masih satu keluarga.
Pembunuhan ini dipicu permasalahan perebutan lahan yang diklaim pelaku sebagai warisan.
Baca juga: Rekonstruksi Bule Arab Bunuh Istri di Cianjur, Air Keras Disiramkan ke Mulut Korban
Baca juga: Bakar Diri, Pengungsi Afghanistan di Medan Berlari sambil Teriak Coba Masuki Kantor UNHCR
Tatan menyebut pembunuhan ini sudah direncanakan oleh para pelaku.
Sebelum kejadian, sekira pukul 06.00 WIB para pelaku berkumpul di rumah mereka dan berencana mengusir korban dari lahan yang diklaim sebagai warisan keluarga.
"Sehingga mereka rencanakan apabila si korban tak meninggalkan lahan tersebut, akan menghabisinya dengan cara membunuh dari korban tersebut," ungkap Tatan, dikutip dari Kompas.com, Rabu (8/12/2021).
"Mereka merencanakan ini dengan melakukan pembakaran karena adanya isu di keluarga mereka bahwa si korban memiliki kekuatan gaib, kekuatan kebal dengan senjata tajam, tidak mempan dengan senjata tajam sehingga mereka memutuskan untuk melakukan pembakaran kepada korban."
Persiapan sudah dilakukan sejak awal.
Para pelaku mulanya bersiarah ke makam nenek mereka.
Hingga pada pukul 06.55 WIB, para pelaku tiba di lokasi kejadian.
Pelaku berinisial PS kemudian menegur korban dan mengusirnya.
Namun, korban tak mengindahkan perkataan pelaku.
"Korban bertahan karena dia merasa bertanggung jawab terhadap lahan tersebut, karena sudah dibayar bekerja di sana untuk menjaga lahan tersebut," jelasnya.
"Karena tidak diindahkan, sesuai dengan rencana awal mereka di rumah, mereka langsung memukul korban menggunakan senapan angin di bagian belakang."
Baca juga: Bakar Diri, Pengungsi Afghanistan di Medan Berlari sambil Teriak Coba Masuki Kantor UNHCR
Baca juga: Emosi Bakar Penjual Sosis, Preman di Tangerang Kabur Ngaku Mau Taubat di Pesantren