Pilpres 2024
Habis Masa Jabatan Bisa Jadi Kendala Anies dan Ganjar ke Pilpres 2024, Ini Kata Pengamat
Hasan Nasbi menyebut habisnya masa jabatan kepala daerah akan berdampak besar pada peta politik 2024.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Pendiri lembaga survei dan konsultan politik Cyrus Network, Hasan Nasbi menyebut habisnya masa jabatan kepala daerah akan berdampak besar pada peta politik 2024.
Menurut dia, penyesuaian jadwal pilkada yang dimundurkan menjadi 2024 bisa merubah peta politik di mana banyak kepala daerah saat ini memiliki elektabilitas tinggi di berbagai survei.
"Itu efeknya bisa luas. Karena nggak punya jabatan itu jangankan dengan partai dengan teman sendiri aja susah," kata Hasan, Minggu (5/12/2021), dikutip dari Tribunnews.com.
Baca juga: Ancang-ancang Pilpres 2024, Ridwan Kamil Singgung Kriteria Partai Calon Kendaraan Politiknya
Baca juga: Siap Maju Pilpres 2024 jika Didukung Partai, Ridwan Kamil: Mahal Loh Duit Triliunan, dari Mana?
Misalnya, pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang masa jabatannya akan berakhir pada 2022 dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang jabatannya selesai di tahun 2023.
Menurut hasan ada dua hal yang akan berdampak besar pada peta politik di 2024.
Selain berakhirnya masa jabatan, hal lainnya adalah koalisi yang terbentuk sejak awal.
Penentuan koalisi dan penetapan capres oleh partai politik dinilai akan berdampak pada keyakinan masyarakat bahwa tokoh tersebut benar-benar memiliki tiket.
Hingga kini, mendeklarasikan diri sebagai capres terlalu awal juga masih dipandang tidak baik di masyarakat.
Dari suara partai di parlemen, menurut Hasan, ada tiga partai yang potensial untuk mengajukan mana calon sejak awal.
PDIP yang bisa memajukan calon sendiri, atau Gerindra dan Golkar yang hanya membutuhkan satu partai tambahan.
Baca juga: Hasil Survei: Ganjar dan Anies Beda Tipis, tapi di Bawah Prabowo Subianto untuk Pilpres 2024
"Ini dua hal yang bisa mengubah peta survei. Kalau sudah dibungkus saya yakin orang akan melihat ooh ini yang sudah punya tiket," ucap Hasan.
Namun, selain karena pandangan masyarakat, elite politik juga nampaknya masih menginginkan penetapan calon presiden di detik-detik terakhir menuju pilpres.
"Karena di akhir semakin tinggi harga negonya. Padahal publik menginginkan jauh-jauh hari," pungkasnya.
Anies dan Ganjar di Bawah Prabowo
Sebelumnya, Lembaga Survei dan Analisa Kebijakan Publik (LANSKAP) merilis hasil survei terkait elektabilitas calon presiden 2024.