Pembunuhan di Subang
Tujuan Jasad Korban Kasus Pembunuhan Subang Dimandikan Pelaku, Ini Kata Dokter Hastry
Lebih dari 100 hari, kasus pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu masih menjadi misteri.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Lebih dari 100 hari, kasus pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu masih menjadi misteri.
Ahli forensik yang turut membantu otopsi ulang kasus Subang, Dokter Hastry Purwanti, memberi penjelasan terkain beberapa hal di kasus Subang termasuk terkait jasad korban yang sempat dimandikan oleh pelaku.
Dilansir dari Tribun Jabar, dr. Hastry saat diwawancarai YouTuber Denny Darko, Selasa (23/11/2021), juga menduga bahwa pelaku memahami ilmu forensik.
Baca juga: Soal Kasus Subang, Pengacara Danu Akui Pantau Komentar di YouTube: Analisanya Luar Biasa
Baca juga: Pengacara Danu Punya Bukti Rekaman hingga Pengakuan Banpol soal Kasus Subang, Ini Katanya

Pasalnya, jejak pelaku hampir tidak bisa ditemukan baik di TKP maupun di badan milik korban.
Sebagai informasi, korban saat ditemukan sudah dalam keadaan dimandikan dan berada di bagasi mobil Alphard milik Tuti.
Bahkan, jejak pelaku juga tidak ditemukan di mobil Alphard di mana jasad di lakukan.
Meski sempat banyak yang menyebut bahwa mobil itu sempat dikendarai oleh pelaku.
Hal ini, kata dr. Hastry, menjadi tantangan dalam mengumpulkan bukti di tempat kejadian perkara (TKP).
Namun pada akhirnya, polisi berhasil menemukan sejumlah bukti.
"Bisa ditemukan, mungkin waktu membersihkan cepat-cepat. Kemarin saya dapat, sidik jari di sekitar mobil, di rumah juga," ujar dr. Hastry.
Baca juga: Pengacara Danu Sebut Ada Saksi-saksi Penting di Kasus Subang: Tahu dari Malam hingga Pagi
Menurut dia, di zaman seperti ini siapa pun bisa secara sendiri mempelajari sedikit ilmu forensik karena banyak yang bisa diakses di internet.
Ada kemungkinan, kata dr. Hastry, pelaku juga melakukan berbagai upaya untuk menghilangkan jejak.
Namun, ia juga menyampaikan bahwa tidak ada kejahatan yang sempurna bahkan di kasus Subang.
Walaupun banyak jejak pelaku yang hilang, dr. Hastry memastikan polisi telah memiliki cukup bukti.
Bukti lain di antaranya adalah file detektor kebohongan, psikologi forensik hingga ilmu grafologi.