Breaking News:

Terkini Daerah

Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online di Medan Tewas Ditembak Polisi, Motif Sebenarnya Terkuak

Pihak kepolisian berhasil mengamankan IGL (42) pelaku pembunuhan dan perampokan sopir taksi online di Medan, Sumatera Utara.

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Rekarinta Vintoko
Tribun Medan/Alfiansyah
Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko saat menggelar konferensi pers terkait kasus pembunuhan dan perampokan sopir Grab yang jasadnya dibuang di pingin Jalan Speksi Kanal, Titi kuning, Kecamatan Medan Johor, Kamis (2/12/2021). 

Selain membuang jasad korban, dirinya juga membawa lari mobil korban yang digunakan untuk taksi online.

"Tersangka setelah tahu korban meninggal dunia. Kemudian mebawa mobil tersebut dan membawa jenazah korban ke jalan kanal depan SMA 13, titi kuning," katanya.

Kasus ini mencuat setelah seorang pencari barang bekas mengaku melihat satu unit mobil berwarna putih melintas dengan cepat di TKP dan setelah berjarak 150 meter tiba-tiba mobil berputar arah.

Ia melihat pintu samping mobil terbuka, dan terlihat tiga orang laki-laki yang berada di dalam mobil mencampakkan korban ke pinggir jalan dan langsung tancap gas meninggalkan lokasi.

Penemuan mayat yang dibuang itu, menggegerkan warga sekitar yang langsung mengerumuni lokasi kejadian.

Warga yang resah dengana danya penemuan jasad itu kemudian langsung menghubungi pihak kepolisian.

Pihak kepolisian yang langsung turun ke lokasi, tak sampai 24 jam berhasil mengamankan satu demi satu terduga pelaku dalam kasus ini.

Tersangka, dalam kasus ini seluruhnya sudah diamankan pihak kepolisian.

Kata Istri Koban

Istri korban, Afika yang hadir dalam pers rilis pengungkapan kasus kematian suaminya, mengucapkan terimakasih kepada pihak kepolisian karena berhasil menangkap pelaku. 

"Saya istri korban, saya mengucapkan terimakasih kepada polisi yang berhasil tangkap pelaku," bebernya.

Ia, juga mengungkap bahwa suaminya merupakan sosok penting dalam hidupnya. 

M Irsyad merupakan orang yang pekerja keras dan sayang keluarga.

"Ia pekerja keras dan sayang keluarga. Anak kami ada empat orang," katanya.

Berhenti sampai di sana, tangih haru pecah karena tak sanggup di tahannya, dan mengakhiri ucapannya. 

Halaman
123
Tags:
MedanSumatera UtaraTaksi OnlineKasus PembunuhanTewasMotif
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved