Breaking News:

Lawan Covid19

Siaga Bencana saat Pandemi, BMKG Minta Pengungsian hingga Penyelamatan Warga Harus Sesuai Prokes

Indonesia kini telah memasuki musim penghujan, yang artinya, semua pihak harus waspada bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor.

Editor: Lailatun Niqmah
HO / Tribun Medan
Proses evakuasi korban longsor di PLTA Batangtoru, Jumat (30/4/2021). Terbaru, Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan, penanganan bencana harus mematuhi protokol kesehatan, karena kondisi di Tanah Air belum bebas dari pandemi Covid-19, Jumat (26/11/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Indonesia kini telah memasuki musim penghujan, yang artinya, semua pihak harus waspada bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.

Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan, penanganan bencana ini harus mematuhi protokol kesehatan, karena kondisi di Tanah Air belum bebas dari pandemi Covid-19.

Menurut Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab saat ini ada 342 zona musim di Indonesia yang memiliki karakteristik masing-masing.

Baca juga: Waspadai Ancaman Hoaks dan Disinformasi soal Covid-19, Jubir Kominfo: Harus Jadi Perhatian Bersama

Saat ini hampir seluruh zona telah masuk musim penghujan, yang puncaknya diperkirakan akan terjadi pada Januari-Februari 2022.

Hal tersebut disampaikannya dalam Dialog Produktif Kabar Jumat bertajuk Siaga Bencana Ketika Pandemi di kanal Youtube FMB9ID_IKP pada Jumat (26/11/2021).

"Saat ini hampir sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki periode musim hujan dan puncaknya belum tapi puncaknya antara Januari hingga Februari 2022 dan akhir dari musim hujan diperkirakan sekitar bulan April-Mei 2022 nanti," ujar Fachri.

Pada musim penghujan, Fachri mengatakan terdapat risiko bencana hidrometeorologi.

Dirinya meminta seluruh pihak mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.

"Bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor. Itu yang perlu kita waspadai yang bisa terjadi di periode musim penghujan," kata Fachri.

Di masa pandemi Covid-19, Fachri mengungkapkan penanganan antisipasi bencana harus memperhatikan protokol kesehatan.

Kondisi pengungsian untuk menampung korban bencana, kata Fachri, harus sesuai dengan protokol kesehatan.

"Kalaupun ada kejadian-kejadian pengungsian, penyelamatan itu juga protokol kesehatannya tetap dijalankan. Memang tantangannya akan lebih besar," pungkas Fachri.

Persiapan Mitigasi Bencana Pemprov Sulsel

Sementara itu, dalam acara yang sama, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyatakan telah melakukan sejumlah langkah dalam menghadapi potensi bencana di akhir tahun.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumsel Achmad Rizwan mengatakan pihaknya telah mengadakan apel siaga banjir bersama seluruh pemerintah daerah di Sumsel.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Lawan Covid-19BMKGBencana AlamTanah LongsorBanjir
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved