Breaking News:

Pembunuhan di Subang

Termasuk Cara Merokok, Dokter Hastry: Profiling Saksi-saksi Kasus Subang Mungkin Tak Disadari

Termasuk profiling saksi-saksi kasus Subang yang hingga kini berjumlah 55 orang. 

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
Youtube Denny Darko
Kabid Dokkes Polda Jawa Tengah, Kombes Sumy Hastry Purwanti, yang juga menjadi pemimpin tim forensik di kasus Subang menjelaskan bahwa pihak kepolisian tidak membutuhkan pengakuan untuk menetapkan tersangka, dalan kanal Youtube Denny Darko, Rabu (24/11/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Kabid Dokkes Polda Jawa Tengah Kombes Sumy Hastry Purwanti menyebut pihak kepolisian masih terus bekerja keras untuk mengungkap kasus pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) yang tewas di Subang, Jawa Barat, tiga bulan lalu. 

Termasuk profiling saksi-saksi kasus Subang yang hingga kini berjumlah 55 orang. 

"Mereka (penyidik) memang hati-hati dan ingin memastikan dulu nih tersangka, kan harus ada pintu masuk," katanya dalam kanal Youtube Denny Darko, Senin (22/11/2021).   

Ia menyebut hingga kini pihak kepolisian masih terus memeriksa para saksi.

Baca juga: Total 12 Saksi, Yosef, Yoris, dan Danu Hadiri Panggilan Polda terkait Kasus Subang, Ada Saksi Baru?

Bukan tidak mungkin, katanya, di antara 55 saksi itu ada yang akan naik statusnya menjadi tersangka. 

"Dari puluhan saksi itu kan bisa naik ke tersangka," jelasnya. 

Dalam pemecahan suatu kasus, polisi juga disebut menggali hal-hal detail dari para saksi atau orang yang diduga sebagai tersangka. 

Misalnya dengan cara mereka merokok. 

"Profile orang merokok itu beda, jadi bisa satu puntung rokok habis bisa sampai 3/4, bisa cara memegangnya seperti apa," katanya.

Baca juga: Yosef Gelar Pengajian Peringati 100 Hari Kematian Korban Kasus Subang, Ini Kata Pengacara

Baca juga: Ada 12 Saksi Kasus Subang Diperiksa Polisi Hari Ini, Kades Indra: 4 Orang Warga di Luar Desa

Dengan melakukan profiling seperti itu, pihak kepolisian bisa menjadikan puntung rokok sebagai alat bukti. 

Mereka juga bisa membedakan, apakah puntung rokok itu ditaruh untuk menjebak seseorang atau bukan. 

"Kita itu memprofile dari saksi-saksi ini bagaimana sih dia memegang rokok, bagaimana sih dia menghabiskan rokok dan itu sudah bisa kita buktikan, ternyata berbeda-beda," katanya. 

Menurut dia, profiling ini mungkin tidak disadari oleh masyarakat atau para saksi. 

Nanti kemudian jika dibutuhkan, ia menyebut bahwa data-data itu bisa menjadi petunjuk penting. 

"Kita ada rekamannya, jadi tanpa disadari ya, dari puluhan saksi itu yang merokok," katanya. 

Bahkan ketika rokok itu ditaruh untuk menjebak polisi atau saksi, atau ada saksi yang menyangkal sangkaan polisi atas bukti puntung rokok, polisi disebut memiliki data yang benar-benar matang. 

Hal ini menurut dia, adalah bagian dari kerja polisi dalam penyelidikan suatu kasus. 

Simak keterangannya mulai menit ke-05.00:

Tak Butuh Pengakuan

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved