Breaking News:

Pembunuhan di Subang

Polisi Diduga Sudah Tahu Sosok Pelaku, Kapan Kasus Subang Diungkap? dr Hastry: Tak Butuh Pengakuan

Ahli Forensik Mabes Polri, dr Sumy Hastry Purwanti menduga saat ini pihak kepolisian sudah mengantongi identitas pelaku kasus pembunuhan di Subang.

Tribun Jabar/Dwiky Maulana Vellayati
Kondisi rumah tempat ditemukan mayat Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu di Subang, Jumat (12/11/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Ahli Forensik Mabes Polri, dr Sumy Hastry Purwanti menduga saat ini pihak kepolisian sudah mengantongi identitas pelaku kasus pembunuhan di Subang, Jawa Barat.

Dilansir TribunWow.com, namun, wanita yang akrab disapa dr Hastry itu enggan menyebut identitas pelaku.

Ia mengatakan hal itu bukanlah wewenangnya selaku ahli forensik.

Pernyataan itu diungkapkan dr Hastry dalam kanal YouTube Denny Darko, Rabu (25/11/2021).

Baca juga: Didatangi Korban Kasus Subang Lewat Mimpi, Ahli Forensik Akui Dapat Petunjuk, Ini Pengakuannya

Baca juga: Pelaku Kasus Subang Bisa Diungkap Lewat Puntung Rokok, Ini Pengakuan Danu yang DNA-nya di TKP

Dalam kesempatan itu, dr Hastry mulanya membahas soal 55 saksi yang sudah diperiksa polisi.

Meski sudah memeriksa puluhan saksi, polisi disebutnya memerlukan waktu untuk mencocokkan temuan di TKP.

Terkait pengakuan saksi, dr Hastry menyebut hal tersebut sebenarnya tak dibutuhkan polisi.

Polisi memanggil saksi hanya untuk mencocokkan temuan di TKP.

"Polisi kan masih mengumpulkan saksi-saksi dan juga pemetaan DNA saksi di TKP properti, kan dicocokkan," katanya.

"Kita semua enggak butuh pengakuan, kita hanya mengumpulkan alat bukti."

"Kalau jelas alat buktinya dan pasti miniman dua alat bukti bisa dimajukan ke tingkat selanjutnya untuk disidang ke pengadilan."

Setelah kasus ini bergulir tiga bulan, menurut dr Hastry, polisi sebenarnya sudah mengantongi identitas sosok pelaku.

"Menurut saya sudah (ada dua alat bukti)."

Baca juga: 10 Hari Kasus Subang Dilimpahkan ke Polda Jabar, Yosef dan Saksi Lain Disebut akan Kembali Diperiksa

Baca juga: Korban Kasus Subang Sempat Bikin Status WA sebelum Kejadian, Yoris Jelaskan Maknanya

Didatangi Lewat Mimpi

dr Hastry mengaku dimintai tolong oleh korban lewat mimpi.

Kasus Subang sudah berlangsung tiga bulan, tepatnya pada 18 Agustus 2021.

Saat itu jasad Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) ditemukan bertumpuk di dalam bagasi mobil Alphard.

dr Sumy turut serta dalam autopsi ulang jasad kedua korban pada 2 Oktober lalu.

Sebelum melakukan autopsi ulang, dr Sumy mengaku mendapat permintana tolong dari korban lewat mimpinya.

Hal itu diungkapkan dr Sumy dalam kanal YouTube Denny Darko, Rabu (24/11/2021).

dr Sumy memang tak sedari awal melakukan autopsi jasad Tuti dan Amalia.

Karena itu, ia mengetahui kasus ini hanya dari media sosial dan pemberitaan media.

Baca juga: UPDATE Kasus Subang: 3 Saksi Baru Sudah Diperiksa Polda Jabar, Begini Penjelasan Polisi

Setelah kasus ini tak kunjung terungkap, dr Sumy mendapat banyak permintaan dari netizen untuk membantu mengautopsi jasad korban.

“Sekian lama, netizen itu kan dari medsos saya kan suruh, bu tolong bu, kasus Subang, saya pikir kan udah diautopsi ya sudah ya kan,” ujar dr Hastry.

“Lah, terus tiba-tiba kok, korban datang minta tolong, akhirnya ya saya memutuskan untuk ke Subang."

Pengakuan dr Hastry membuat Denny Darko kaget.

dr Hastry kemudian menyebut mimpi itu menjadi petunjuk untuk mengungkap kasus ini.

"Ya itu petunjuk karena dimintain tolong sama masyarakat. Dimintain tolong juga sama korban," jelasnya.

"Ya sudah akhirnya saya datang (autopsi)."

Periksa Jari hingga Kuku Jasad Tuti dan Amalia

Sebelumnya diberitakan, dr. Hastry sempat ikut serta melakukan autopsi ulang jasad Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) yang tewas dibunuh pada Agustus 2021 lalu.

Ia mengatakan, hasil autopsi pertama sebenarnya sudah bagus namun dilakukan autopsi ulang sebagai pelengkap.

Seperti yang diketahui, Tuti dan Amalia ditemukan tewas mengalami sejumlah luka dan ditemukan tersimpan di bagasi mobil Alphard milik mereka.

Saat melakukan autopsi ulang, instansi yang terlibat di antaranya adalah tim forensik Polres Subang, Polda Jabar dan Mabes Polri pada Sabtu (2/10/2021) sore.

Kepada Tribunnews.com, dr. Hastry menyebut jasad korban menyimpan petunjuk emas.

"Kita cari petunjuk lain di tubuh jenazah. Dari seluruh kasus pembunuhan, tubuh manusia itu menyimpan petunjuk yang luar biasa. Petunjuk emas," kata dr Hastry, dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube Tribunnews, Selasa (19/10/2021).

"Untuk kasus Subang itu memang jelas kasus pembunuhan. Autopsi pertama sudah bagus, sudah baik."

Menurut penjelasan dr. Hastry, autopsi pertama telah membuktikan waktu kematian, cara kematian, mekanisme kematian hingga penyebab tewasnya Tuti dan Amalia.

Baru selanjutnya pada autopsi kedua dilakukan pencocokkan dengan sejumlah bukti yang telah dikumpulkan penyidik.

"Pengambilan tubuh jenazah itu kita periksa lagi ke ahli DNA forensik. Kalau memang butuh pemeriksaan sidik jari ke ahli fingerprint forensik. Kalau dia diracun kita ke toksikologi forensik," ujar dr Hastry.

Salah satu bagian tubuh korban yang diperiksa saat autopsi ulang adalah jari dan kuku.

"Pengambilan tubuh jenazah itu kita periksa lagi ke ahli DNA forensik. Kalau memang butuh pemeriksaan sidik jari ke ahli fingerprint forensik. Kalau dia diracun kita ke toksikologi forensik," ujar dr Hastry.

"Sambil memeriksa sidik jari, kita lihat juga tanda-tanda di tubuhnya."

"Kalau ada perlawan, misalnya mencakar, memukul atau mencubit pelaku itu terlihat dari epitel yang tertinggal di kuku korban," ucap dr Hastry.

"Jari-jarinya sekalian diambil untuk diperiksa DNA-nya. Itu kita periksa lengkap," tambahnya.

Kemudian dilakukan juga pencocokan antara keterangan keluarga dengan data pada tubuh Tuti serta Amalia.

"Karena identifikasi itu ada 2, primer dan sekunder. Primer itu dari gigi, sidik jari dan DNA," ungkap dr. Hastry.

"Kalau sekunder itu dari data medis yang saya periksa semuanya. Ada tanda tato kah, bekas operasi, tanda lahir. Itu kita cocokkan dari keterangan keluarganya," pungkasnya. (Tribunwow.com)

Baca Artikel Terkait Pembunuhan di Subang Lainnya

Tags:
Pembunuhan di SubangSubangJawa BaratAmalia Mustika RatuTutiSumy Hastry PurwantiDenny DarkoYosefYorisDanu
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved