Terkini Nasional
Akui Istrinya Pemaki Ibu Arteria Dahlan, Eks Dandim Minta Tolong Ketua DPRD DKI, Ini yang Dikatakan
Identitas wanita yang memaki ibu Anggota DPR RI, Arteria Dahlan, akhirnya terungkap.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Identitas wanita yang memaki ibu Anggota DPR RI, Arteria Dahlan, akhirnya terungkap.
Wanita tersebut ternyata bukan anak jenderal bintang tiga.
Ia adalah Anggiat Pasaribu, istri mantan Dandim Jakarta Pusat, Brigjen TNI Moch Zamroni yang kini bertugas di Badan Intelijen Negara (BIN).
Percekcokan antara Anggiat dan Arteria berlangsung di Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu.
Baca juga: Sosok Wanita yang Memaki Ibunda Arteria Dahlan Bernama Anggiat Pasaribu, Suami Minta Bantuan Damai
Baca juga: Sosok Wanita yang Cekcok dengan Arteria Dahlan dan Ibunya, Bukan Anak Jenderal, Teman Ketua DPRD DKI
Selain memaki, Anggiat disebut juga mengancam akan menghancurkan nama Arteria karena ia mengenal banyak ketua umum partai.
Permasalahan ini turut menyeret nama Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi.
Ia mengaku diminta Zamroni untuk menegahi permasalahan Anggiat dan Arteria.
Prasetyo menyebut dihubungi Zamroni pada Minggu (21/11/2021) lalu.
"Begini saya ceritanya. Waktu hari Minggu, kira-kira jam 7, setengah 7-an, saya enggak tahu nomor telepon siapa, tiba-tiba menelpon saya. Saya angkat telepon ini," ungkap Prasetyo, dikutip dari TribunJakarta.com, Rabu (24/11/2021).
Prasetyo kemudian menirukan ucapan Zamroni saat meneleponnya.
Zamroni mengaku kini bertugas di BIN.
"'Mas tolong dong diinisiasi saya dengan Arteria Dahlan'," ucap Prasetyo menirukan perkataan Zamroni kala itu.
"'Ya, mungkin ada senggolan di atas pesawat dengan istri saya. Saya mau permintaan maaf, damai lah."
Dalam kasus ini, Prasetio mengaku tak membela siapa pun.
Ia mengaku hanya ingin membantu masalah ini berakhir damai.
Baca juga: Terbongkar Wanita yang Maki Arteria Dahlan dan Ibunya Ternyata Istri Eks Dandim, Kini Minta Damai
Baca juga: Arteria Dahlan Pilih Cabut Laporan Ketimbang Damai: Kalau Polres Gak Sanggup Saya akan Tutup