Breaking News:

Terkini Internasional

Mega Pemilu di Venezuela, 300 Pemantau Internasional Diundang, 6 di Antaranya dari Indonesia

Menurut CNE, tidak kurang dari 300 pemantau internasional diundang untuk menyaksikan langsung jalannya pemilu. Enam di antaranya dari Indonesia.

HO/TribunWow.com
Suasana tim monitoring kampanye Pemilu 21N di kantor Dewan Pemilihan Nasional (CNE) Venezuela. 

Mengingat skala pemilihan umum yang begitu besar, sehingga pemilu ini disebut sebagai mega-pemilu, jumlah pemantau pemilu internasional yang dilibatkan juga lebih banyak dari Pilpres 2018.

Menurut CNE, tidak kurang dari 300 pemantau internasional diundang untuk menyaksikan langsung jalannya pemilu.

Enam di antaranya dari Indonesia.

Baca juga: Danu Disebut Jadi Saksi Kasus Subang yang Harus Dijaga, Kuasa Hukum: Oknum Banpol Itu Fakta

Keenam pemantau dari Indonesia itu berasal dari tiga organisasi, pertama Non-Aligned Movement Centre for South-South Technical Cooperation (NAM CSSTC), Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, dan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).

Delegasi NAM CSSTC terdiri dari Dubes Diar Nurbiantoro, Eddy Supriyatno, dan Niken Supraba.

Lalu dua pemantau KPU RI adalah Komisioner KPU RI Arif Budiman dan Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) KPU RI Sumariyandono.

Sementara dari JMSI diwakili oleh Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) yang juga CEO RMOL Network Teguh Santosa.

“Pemilu lokal Venezuela kali ini juga memiliki arti penting lain karena dipandang sebagai bagian dari pembicaraan damai antara kelompok yang saat ini berkuasa dengan kubu oposisi yang digelar beberapa waktu lalu di Meksiko,” ujar Teguh Santosa dalam keterangannya dari Caracas, Venezuela seperti keterangan tertulis yang diterima TribunWow.com, Minggu (21/11/2021).

Ia menambahkan, dirinya merasa terhormat kembali dilibatkan dalam misi pemantauan internasional ini.

Sebelum mega pemilu ini, Teguh juga memantau Pilpres 2018 lalu.

Dari 23 negara bagian Venezuela, pemantau pemilu internasional akan dikirimkan ke 8 negara bagian yakni Caracas sebagai Capital District, Miranda, La Guaira, Aragua, Carabobo, Zulia, Lara, dan Yaracuy.

Teguh mengatakan, dirinya akan memantau pemungutan suara Maracaibo, ibukota negara bagian Zulia yang berada di sisi barat Venezuela, sekitar 1 jam penerbangan dari Caracas.

Zulia merupakan negara bagian dengan populasi terbanyak di Venezuela, yakni sekitar 4,4 juta jiwa.

Kota Maracaibo terbilang unik karena berada persis di pertemuan Teluk Venezuela dan Danau Maracaibo, dan merupakan negara bagian yang kaya minyak.

Selain di Venezuela, Teguh juga pernah memantau pemilu di Republik Federasi Mikronesia tahun 2009 dan referandum konstitusi di Kerajaan Maroko pada 2011. (*)

Baca berita lainnya

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/2
Tags:
VenezuelaPemilihan UmumPemiluIndonesia
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved