Terkini Daerah
Mahasiswi UNRI Korban Pelecehan Dituding Terlibat Prostitusi Online, Ini Jawaban Pengacara
L selaku mahasiswi UNRI yang dilecehkan oleh Dekan di fakultasnya sempat dituding terlibat prostitusi online oleh pihak pelaku.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Pengusutan kasus pelecehan terhadap mahasiswi Universitas Riau (UNRI) berinisial L (21) kini mulai mencapai titik terang.
Pada Kamis (18/11/2021) dekan FISIP UNRI, Syafri Harto resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Sebelum menjadi tersangka, pihak Syafri diketahui sempat menuding L terlibat dalam bisnis prostitusi online.

Baca juga: Hilang Misterius di Cadas Pangeran, Suami Kirimi Istri Voice Note Nangis Berdurasi 37 Detik
Baca juga: Kades Indra Bocorkan Update Kasus Pembunuhan Subang soal Saksi: Saya Juga agak Kaget
Dikutip dari TribunPekanbaru.com, tudingan ini langsung dijawab oleh kuasa hukum L yang merupakan pengacara publik LBH Pekanbaru, Noval Setiawan.
"Pertama sih kita responnya, itu tak ada kaitannya dengan kasus ini. Kita sebenarnya tidak mau merespons, karena memang tidak ada kaitannya apa yang disampaikan itu dengan kasus ini," jawab Noval, saat dihubungi lewat sambungan telepon, Rabu (17/11/2021).
"Sekarang kita juga lihat dulu, kata pengacaranya kan sudah melampirkan itu sebagai bukti, kita tunggu seperti apa perkembangannya oleh penyidik kepolisian," imbuh dia.
Noval mengatakan, akan berkoordinasi dengan korban untuk menindak tudingan soal terlibat prostitusi online.
Berdasarkan penjelasan Noval, kondisi psikologis korban masih belum pulih total.
Sebelumnya pihak terlapor menuding pelapor justru ada indikasi terlibat prostitusi online.
Dikutip dari TribunPekanbaru.com, hal ini dinyatakan oleh Dodi Fernando selaku penasihat hukum Syafri Harto.
Dodi menyebut, pelapor memiliki akun sebuah medsos.
Ia mengatakan, akun tersebut memang menggunakan nama dan foto orang lain.
Tetapi ia menyebut nomor yang digunakan oleh akun tersebut benar merupakan nomor L.
"Foto digunakan foto orang lain, dan berpakaian yang menurut saya dan menurut umum, itu tidak pantas dijadikan foto profil. Pasti ada maksud dan tujuan tertentu, berpakaian seksi, tentu ada motivasi tertentu," kata Dodi, Selasa (16/11/2021).
Terkait dugaan ini, Dodi menyerahkan ke pihak kepolisian untuk mendalaminya lebih lanjut.