Viral Medsos
Sosok Sanusi, Pemilik Biro Jodoh di Blitar yang Viral, Pertemukan 5 Pasangan dalam 2 Bulan
Inilah sosok Sanusi, pemilik Biro Jodoh di Kabupaten Blitar, Jawa Timur yang viral di media sosial TikTok.
Editor: Rekarinta Vintoko
Selain membayar uang pendaftaran, mereka juga diminta menyerahkan foto diri dan fotokopi KTP.
Kemudian Sanusi juga akan meminta mereka menuliskan nama dan nomor telepon di belakang foto yang mereka serahkan.
Klien yang kemudian menemukan jodoh berkat jasa Sanusi biasanya akan memberikan uang ekstra.
"Seikhlasnya. Tapi biasanya ngasih Rp 300.000 setiap pasangan," ujarnya.
Menurut Sanusi, meski jumlah perempuan yang belum menemukan jodoh jumlahnya banyak, tapi orang yang datang padanya lebih banyak laki-laki.
"Saya sendiri heran. Kadang yang datang perempuan, perempuan, terus perempuan. Berapa hari yang datang laki-laki terus," ujarnya.
Baca juga: Fakta Viral Kurir Antar Sebutir Permen Seharga Rp 153 Lewati Hutan hingga Pegunungan, Ini Kata Kades
Dia kembali menunjukkan tujuh orang klien yang belum menemukan jodoh, mayoritas laki-laki, yakni tujuh orang.
Kata Sanusi, mungkin perempuan cenderung gengsi kalau terang-terangan mencari jodoh.
Terkait status perkawinan, meski terdapat klien yang lajang, memang lebih banyak duda dan janda yang datang padanya untuk mencari jodoh.
"Perempuan yang satunya lagi itu, itu masih perawan umur 38 tahun. Dia sekarang masih kerja di Hongkong, tapi sudah waktunya pulang. Makanya minta dicarikan jodoh," tuturnya.
Sanusi mengaku sudah puluhan tahun memiliki "bakat" menjodohkan orang. Kata Sanusi, sejak dirinya pulang dari pengembaraan ke banyak daerah hingga di luar Pulau Jawa.
Pengalamannya itu membuatnya dapat berkomunikasi supel dengan orang dengan berbagai latar belakang usia dan status sosial.
Pengalamannya selama beberapa tahun menjadi tukang ojek di Pasar Kutukan, pasar tradisional sekitar 500 meter dari rumahnya, membuatnya memiliki banyak kenalan.
Dari sanalah bakat membantu perjodohan itu muncul dan bekerja secara alami.
Ia akhirnya berhenti menjadi tukang ojek usai sepeda motor seken yang digunakan untuk bekerja sehari-hari ditarik pihak toko karena dirinya menunggak angsuran.