Cerita Selebriti
Singgung Gubernur Aceh, Hotman Paris Menangis Ratapi Nasib Anjing Canon: Kenapa Belum Ada Tanggapan?
Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menyoroti kasus penyiksaan seekor anjing bernama Canon yang sempat viral.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menyoroti kasus penyiksaan seekor anjing bernama Canon yang sempat viral.
Ia mengaku sampai menangis menyaksikan nasib sang anjing yang meninggal setelah dibawa paksa aparat.
Hotman Paris pun menuntut tanggapan dari Gubernur Aceh, Nova Iriansyah Nurdin, beserta Kapolda Aceh, Inspektur Jenderal Polisi Ahmad Haydar.

Baca juga: YouTube Hotman Paris Diretas, sang Pengacara Beri Peringatan Lewat Instagram: Untuk Oknum
Baca juga: Fakta Viral Anjing Canon Mati seusai Ditangkap Satpol PP, Kasatpol PP Aceh Singkil Beri Bantahan
Melalui akun Instagram pribadinya, Rabu (27/10/2021), Hotman Paris mempertanyakan kelanjutan kasus Canon.
Ia prihatin dengan nasib sang anjing hitam yang tinggal di sebuah resort kawasan Pantai Banyak, Aceh Singkil.
Bahkan, Hotman Paris menangis ketika melihat video viral saat Canon dibekuk aparat berseragam dengan cara kekerasan.
"Nasib dan penderitaan anjing bernama Canon di Aceh, yang begitu sadis dianiaya oleh oknum aparat," tutur Hotman Paris.
"Saya Hotman Paris pun menangis menonton video tersebut."
Tak tanggung-tanggung, Hotman Paris menyebut Gubernur Aceh, hingga Kapolres Aceh Singkil untuk mendengar keluhan warga.
Pasalnya, hingga kini, tak ada tanggapan maupun penyelidikan dari instansi terkait mengenai kasus Canon.
Belakangan, sang pemilik resort Willy, justru meminta maaf karena viralnya kasus tersebut.
Unggahan soal Canon yang mengundang simpati juga telah dihapus.
Sementara pengunggah, akun @rosayeoh, kini mengunci media sosialnya.
"Halo Bapak Gubernur Aceh, Bapak Kapolda Aceh, maupun Kapolres setempat, sudah ribuan warga Indonesia ikut menyuarakan, ikut mengajukan protes, kenapa sampai hari ini belum ada tanggapan dari para pimpinan negeri ini?," ujar Hotman Paris.
"Kenapa belum dilakukan tindakan penyelidikan?"
Pengacara perlente itu meminta kepedulian para pemimpin Aceh untuk memberikan keadilan bagi Canon.
Apalagi mengingat bahwa penganiayaan hingga menyebabkan kematian hewan termasuk dalam tindak pidana.
"Jangan lupa, di KUH Pidana, penganiayaan terhadap binatang juga merupakan tindak pidana, apalagi dilakukan dengan cara-cara yang sangat sadis dan tidak masuk di akal," tutur Hotman Paris.
"Hotman Paris mengimbau suara hati dari seluruh pimpinan negeri ini agar mendengarkan suara rakyatnya."
Dengan raut wajah sedih, Hotman Paris mengungkapkan duka citanya.
Ia bahkan berkaca-kaca dan menghela napas hampir menangis.
"Canon anjing yang sangat manis, selamat jalan, sayonara, goodbye."
"Saya hampir menangis," tandasnya.
Ia pun terdiam dan melihat ke belakang kamera sembari mengulurkan tangan seolah meminta tisu untuk menyeka mata.
Baca juga: Sentil Kapolda Aceh, Hotman Paris Kecam Video Viral Oknum Petugas Siksa Anjing Canon: Menjijikkan
Baca juga: Fakta Viral Anjing Canon Mati seusai Ditangkap Satpol PP, Kasatpol PP Aceh Singkil Beri Bantahan
Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:
Kisah Pilu Anjing Canon
Sebagai informasi, unggahan tersebut diposting oleh akun Instagram @rosayeoh, Kamis (21/10/2021).
Selain foto Canon, ada pula video sang anjing yang diikat di dekat Kimo Resort di Pantai Banyak, Aceh Singkil.
Terlihat sejumlah petugas yang kemudian diketahui adalah Satpol PP Aceh Singkil mengelilingi Canon.
Mereka memaksa untuk mengamankan anjing tersebut dan mengarahkan kayu besar dengan ujung bercabang untuk menundukkan sang anjing.
Dari gestur tubuhnya, Canon tampak ketakutan dan terganggu dengan perlakuan tersebut.
Sang anjing beberapa kali menggonggong panik dan berusaha melepaskan diri dari tali.
Berikut tulisan pilu dari sang pemilik akun terkait kisah Canon tersebut.
"Namaku Canon.
Aku tinggal di Pulau Banyak, Aceh. Aku adalah anjing yang sangat pintar dan ramah, juga sangat bersahabat dengan SEMUA manusia yang datang mengunjungi tempat tinggalku.
Aku dengar pemerintah Indonesia akan membangun dan mempromosikan daerah tempat tinggalku. Semoga dengan begitu daerahku bisa menjadi terkenal di mata dunia.
Hari ini seperti biasanya aku duduk di tepi pantai sambil menunggu kepulangan tuanku. Dari jauh aku melihat ada segerombolan orang berseragam yang datang ke arahku. Aku berdiri dan menyambut mereka dengan melambaikan ekorku, aku mau menyapa mereka. Namun salah satu dari mereka mencoba menangkapku. Temannya membawa ranting panjang dan mencoba menundukkanku. Ya ampun, apa yang terjadi? Mengapa berprilaku kasar kepadaku? Apa salahku?
Aku dimasukkan ke keranjang kecil dan mereka membawaku pergi. Sempit sekali keranjangnya. Aku mencoba mengeluarkan kepalaku dari keranjang itu. Dan ketika aku berhasil, aku malah dimasukkan kedalam karung terpal dan diikat. Ya Tuhan, aku ga bisa bernapas. Tolong aku! Apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa aku di tangkap? Aku mau dibawa kemana?
Tidak ada yang perduli dengan rintihanku. Tidak ada yg perduli dengan tangisanku. Aku mulai lemas, aku ga bisa bernapas. Sesaat semua gelap....
Ketika aku merasa aku bisa bernapas lagi, aku buka mataku. Aku melihat tubuhku terbujur kaku di dalam keranjang, yang masih digotong oleh orang-orang tak bertanggung jawab itu. Ragaku sudah meninggalkan tubuhku.
Oh Tuhan, aku disiksa sampai mati oleh orang-orang yang tadinya mau aku ajak berteman. Apa salahku? Mengapa menyiksaku sampai mati?
Aku belum bertemu dengan tuanku. Dia tidak tau aku ditangkap dan dibawa pergi, apalagi disiksa sampai mati. Seandainya dia ada di sini pasti aku akan diselamatkannya.
Maafkan aku Kak, aku ga sempat mengucapkan selamat tinggal. Kakak jangan sedih ya, aku sudah berada di tempat indah, tempat yang ga ada orang jahatnya.
Bantu aku cari keadilan ya Kak, aku ga mau mati sia-sia.
Semoga Tuhan membalas perbuatan orang-orang jahat itu.
#RIPCanon." (TribunWow.com)