Breaking News:

Terkini Daerah

Kasus Gadis di Koja Dicabuli 3 Bocah Mandek, Ini Curhatan Ibu Korban: Saya Minta Kepastian

S (12) dicabuli berkali-kali oleh 3 bocah yang merupakan tetangganya sendiri yakni R (12), D (12), dan B (14).

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Ibunda korban pencabulan menuntut keadilan bagi anaknya dengan mendatangi Polres Jakarta Utara karena pengaduannya tak kunjung diproses polisi. 

TRIBUNWOW.COM - Seorang gadis berinisial S (12) telah menjadi korban pencabulan berkali-kali yang dilakukan oleh tiga teman mainnya R (12), D (12), dan B (14) di Koja, Jakarta Utara, pada April 2021.

Ibu korban yakni DA (29) diketahui sudah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian tepatnya Polres Metro Jakarta Utara sejak Juni 2021 silam, namun hingga kini belum ada perkembangan.

Ketiga bocah yang melakukan tindakan asusila terhadap S juga belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Pengakuan Ibu Remaja di Koja yang Berkali-kali Dicabuli Teman Main, Korban Diancam akan Dipermalukan

Baca juga: Fakta Tewasnya Pengantin Baru di Bangka Selatan, Kronologi hingga Harta Korban Dibawa Kabur Suami

Dikutip TribunWow.com dari WARTAKOTAlive.com, ibu korban kini hanya ingin agar kasus ini segera diusut hingga tuntas.

"Saya cuma minta kepastian (datang ke polres) aja buat keadilan anak saya," ungkap DA, di Mapolres Jakarta Utara, Kamis (21/10/2021).

Kuasa hukum korban, Rifqi Zulham mengiyakan bahwa sampai saat ini belum ada kejelasan.

Menurut Rifqi, berdasarkan keterangan polisi kasus yang sudah dilaporkan sejak 12 Juni 2021 ini masih mengkonfrontir mengenai keterangan dari terlapor.

"Kenapa lama, ya itu saya pertanyakan. Belum diberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP)," ujar Rifqi.

Rifqi memaparkan, pihak korban sudah melapor bukti pendukung seperti hasil visum hingga saksi-saksi telah diperiksa.

"Harapan agar klien kita dapat keadilan dan kepastian hukum," tuturnya.

Korban Diancam akan Dipermalukan

Kasus ini pertama kali diketahui ibu korban saat adik korban melapor S tengah main petak umpet dengan ketiga temannya.

"Anak saya diajak main petak umpat, didorong ke kamar terus dicabuli," ungkap D, dikutip dari TribunJakarta.com, Jumat (2/7/2021).

Ibu korban bahkan nyaris memergoki para remaja tersebut saat akan mencabuli korban.

Namun, remaja itu sudah terlebih dulu kabur lewat pintu samping rumahnya.

"Anak saya awalnya enggak mau mengaku. Tapi akhirnya dia cerita sama saya."

Geram dengan aksi ketiga remaja itu, ibu korban dan suami akhirnya melaporkan kejadian ini ke pengurus RT.

Saat itu, pengurus RT menyarankan ibu korban menyelesaikan kasus ini secara damai.

Karena tak terima, ibu korban akhirnya lapor ke Polda Metro Jaya, 20 April 2021 lalu, sebelum diarahkan ke Polres Metro Jakarta Utara.

Ibu korban juga telah membawa anaknya menjalani visum.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved