Breaking News:

Liga 1

Fakta terkait Sosok Pelaku Pelemparan Batu ke Bus Arema FC, Ternyata Masih di Bawah Umur

Bus Arema FC mengalami insiden pelemparan batu yang dilakukan oknum yang mengatasnamakan sebagai pendukung Persebaya Surabaya.

Instagram @aremafc
Postingan Bos Arema FC, Gilang Widya saat menceritakan kronologi bus Singo Edan yang dirusak oknum tak bertanggung jawab dan memampang satu di antara pelakunya. 

TRIBUNWOW.COM - Bus Arema FC mengalami insiden pelemparan batu yang dilakukan oknum yang mengatasnamakan sebagai pendukung Persebaya Surabaya.

Seperti diketahui, bus Arema FC mengalami insiden yang tentunya tak diperkirakan sebelumnya berupa pelemparan batu yang terjadi pada Rabu (20/10/2021).

Para pelaku yang diperkirakan sebanyak 10 orang melakukan aksi pelemparan batu kepada bus Arema FC saat bus tengah terparkir di halaman hotel tempat penggawa Singo Edan menginap.

Seusai melakukan pelemparan batu, para pelaku melarikan diri dan beberapa ofisial Arema FC turut mengejar para pelaku tersebut.

Alhasil, satu dari 10 diduga pelaku tertangkap.

Fakta mengejutkan terungkap, ternyata pelaku pelemparan bus Arema FC tersebut masih berusia 15 tahun.

Setelah ditelisik lebih lanjut, pelaku yang terungkap berinisial YS mengaku merupakan pendukung Persebaya Surabaya, atau kerap dikenal dengan Bonek Mania.

"Untuk pelaku yang kami amankan baru satu berinisial YS," kata Kapolsek Gondokusuman Surahman di kantornya pada Kamis (21/10/2021) dilansir TribunWow.com dari Kompas.com.

Dari pengakuan pelaku, polsek Gondokusuman mengantongi nama 5 pelaku lainnya yang tak lain merupakan rekan YS.

Selain itu, ia juga mengakui melakukan aksi tersebut pada pukul 22.45 WIB.

Bus Arema FC dirusak (kiri) dan skuad Persebaya Surabaya saat menjalani sesi latihan tim (kanan).
Bus Arema FC dirusak (kiri) dan skuad Persebaya Surabaya saat menjalani sesi latihan tim (kanan). (Kolase Instagram @juragan_99 dan @officialpersebaya)

Lebih lanjut, setelah digali informasi terkait motif pelaku, ternyata tujuan sebenarnya YS dkk ke Yogyakarta hanyalah ingin berkunjung ke Malioboro.

Mereka ke Yogyakarta dengan nompreng atau turut ikut menumpang dengan truk besar dari Sidoarjo menuju Yogyakarta.

Di tengah perjalanan, pelaku dan rekan-rekannya secara tidak disengaja mengetahui ada bus Arema FC yang tengah terparkir di depan hotel.

Alhasil, tanpa berpikir panjang YS dkk melakukan aksi pelemparan batu yang mengakibatkan kaca bus Arema FC depan maupun samping pecah.

"Melintas Hotel (New) Saphir, terlihat ada bus Arema, akhirnya melakukan penyerangan," ucap Surahman.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah benda yang diduga dipakai dalam aksi perusakan, antara lain jumper warna hitam milik pelaku, batako, tongkat besi, pecahan kaca bus, dan bendera Persebaya Xtreme.

Kapolsek Gondokusuman, Surahman mengatakan pihaknya masih mempertimbangkan pelaku yang masih di bawah umur, pemeriksaan lebih jauh terhadap YS akan dilakukan dengan pendampingan orang tua, Dinas Sosial, dan lembaga bantuan hukum, khususnya perlindungan anak.

Namun demikian, pelaku akan tetap dijerat dengan Pasal 170 dan Pasal 406 KUHP dengan ancaman pidana di atas lima tahun penjara. 

"Masih kami dalami untuk pelaku yang lainnya," ucap Surahman.

Baca juga: Arema FC Diuntungkan 1 Hal Ini Kontra Persiraja Banda Aceh, Aremania Optimis Menang Raih 3 Poin?

Baca juga: Pengakuan Mengejutkan Pelatih Arema FC Eduardo Almeida tentang Marko Simic, Singgung soal Instruksi

Respons Manajemen Arema FC Terkait Insiden Pelemparan Batu ke Bus Singo Edan

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved