Breaking News:

Persib Bandung

Debut Kocak Penggawa Muda Persib Bandung di Laga Vs Bhayangkara FC: Masuk, Peluit Panjang, Menang

Debut penggawa muda Persib Bandung, Mario Jardel di Liga 1 2021 dapat dikatakan sebagai debut kocak.

Penulis: Adi Manggala Saputro
Editor: Atri Wahyu Mukti
Laman persib.co.id
Mario Jardel menjalani debut kilat di kompetisi resmi saat melawan Bhayangkara FC. 

TRIBUNWOW.COM - Debut penggawa muda Persib Bandung, Mario Jardel di Liga 1 2021 dapat dikatakan sebagai debut kocak.

Pasalnya, pemain asli jebolan Diklat Persib tersebut berhasil menorehkan debutnya tepat beberapa saat sebelum laga kontra Bhayangkara FC usai.

Mario Jardel dimasukkan oleh Robert Alberts tepat pada menit ke-94 atau injury time laga Persib Bandung kontra Bhayangkara FC.

Ia masuk berbarengan dengan pemain sayap Persib Bandung Erwin Ramdani.

Jardel masuk menggantikan Henhen Herdiana, sedangkan Erwin Ramdani masuk menggantikan Esteban Vizcarra.

Belum lama keduanya masuk ke tengah lapangan, laga Persib Bandung kontra Bhayangkara FC berakhir.

Hal itu sontak menjadi kenangan tersendiri bagi Mario Jardel yang tercatat belum mendapatkan menit bermain di Liga 1 2021.

Jika ditelisik lebih lanjut, keputusan Robert Alberts untuk memasukkan Mario Jardel dan Erwin Ramdani bukanlah keputusan taktikal untuk mengubah skema permainan.

Keduanya diturunkan dengan tujuan untuk mengulur waktu dan merusak tempo laga yang pada saat itu tengah dikuasai oleh Bhayangkara FC.

Meski catatkan debut kocak, namun Mario Jardel tetap berbangga hati mengingat Persib Bandung akhirnya berhasil meraup 3 poin di Liga 1 2021.

Baca juga: Pertanda Buruk bagi Dejan, 4 Pemain Inti PSS Sleman Terancam Tak Bisa Bermain Kontra Persib Bandung

Baca juga: Statistik Persib Bandung dan Arema FC, Duo Biru yang Memiliki 2 Kesamaan di Liga 1 2021, Apa Saja?

Terlebih, 3 poin Maung Bandung didapatkan saat laga kontra sang pemuncak klasemen sementara Liga 1 2021, Bhayangkara FC.

Lebih lanjut, dengan kekalahan tersebut, membuat rekor unbeatten Bhayangkara FC gagal diperpanjang.

Namun, di posisi klasemen sementara hingga pekan ketujuh, The Guardian masih bercokol di posisi teratas dengan raihan 16 poin dari 7 laga.

Dibuntuti oleh PSIS Semarang dan Persib Bandung yang masing-masing berada di posisi kedua dan ketiga klasemen Liga 1 2021.

Mario Jardel tampil di Asia Challenge 2020/Mario Jardel ingin memanfaatkan setiap kesempatan di laga prsmusim 2020 untuk memantabkan penagalaman.
Mario Jardel tampil di Asia Challenge 2020/Mario Jardel ingin memanfaatkan setiap kesempatan di laga prsmusim 2020 untuk memantabkan penagalaman. (PERSIB.co.id/Gregorius Aditya Katuk)

Profil Lengkap Mario Jardel

Dilansir TribunWow.com dari Transfermarkt, berikut profil lengkap sosok Mario Jardel pemain muda Persib Bandung:

Nama Lengkap              : Mario Jardel

Tanggal Lahir                 : 7 November 2000

Tempat Kelahiran         : Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Usia                                 : 20 Tahun

Tinggi                              : 1,56 M

Kewarganegaraan        : Indonesia

Posisi                              : Bek/ Centre Back (CB)

Kaki                                : Kanan (Right)

Klub saat ini                 : Persib Bandung

Bergabung                   : 24 September 2019

Kontrak Berakhir        : 31 Desember 2021

Luizinho Passos  Tinggalkan Persib Bandung Jelang Pekan ke-8 Liga 1 2021 

Jelang laga Persib Bandung kontra PSS Sleman di pekan ke-8 Liga 1 20-2021 Jumat (22/10/2021) di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Maung Bandung malah ditinggalkan satu sosok penting.

Satu sosok penting Persib Bandung yang memutuskan pergi dari Pangeran Biru adalah sang pelatih kiper, Luizinho Passos.

Dikutip TribunWow.com dari laman fansbase @Persib.football.club, Passos memutuskan untuk meninggalkan sementara Persib Bandung dikarenakan akan mengikuti kursus kepelatihan lisensi C AFC di Bali.

Bahkan ia dipastikan absen mendampingi skuad Persib Bandung hingga pekan ke-10 melawan Persipura Jayapura, Sabtu (30/10/2021).

Absennya Luizinho Passos mendampingi skuad Persib Bandung dipercaya sedikit banyak dapat mempengaruhi performa para penjaga gawang Maung Bandung.

Pasalnya, buah tangan dingin sosok Luizinho Passos terbukti mampu membuat penjaga gawang Maung Bandung tampil impresif.

Luizinho Passos (kiri) pada postingan Instagram @Luiziinhopassos_goalk pada 27 Agustus 2021 dan latihan kiper Persib Bandung pada kanal Youtube Persib TV pada Jumat (27/8/2021). Passos langsung gembleng kiper Persib Bandung latihan keras.
Luizinho Passos (kiri) pada postingan Instagram @Luiziinhopassos_goalk pada 27 Agustus 2021 dan latihan kiper Persib Bandung pada kanal Youtube Persib TV pada Jumat (27/8/2021). Passos langsung gembleng kiper Persib Bandung latihan keras. (Instagram @Luiziinhopassos_goalk dan Kanal Youtube Persib TV)

Kini, salah satu anak asuhnya di posisi kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam tengah berada dalam performa terbaiknya.

Teja berhasil menampilkan performa terbaiknya setelah melakoni debut pada pekan ke-5 Liga 1 2021 kontra Persikabo 1973

Tak hanya itu, penampilan konsisten Teja Paku Alam sukses menghantarkan Maung Bandung menuntaskan laga kontra sang pemuncak klasemen, Bhayangkara FC di pekan ketujuh Liga 1 2021.

Teja sukses mencatatkan cleansheet dan memutus rekor hasil minor Maung Bandung di Liga 1 2021.

Sosok dibalik apiknya performa Teja Paku Alam di bawah mistar Maung Bandung ialah Luizinho Passos.

Lisensi Luizinho Passos Memaksanya Berubah Tugas Menjadi Video Analisis

Dilansir TribunWow.com dari Persib.co.id, Persib Bandung mendaftarkan Gatot Prasetyo sebagai pelatih kiper untuk Liga 1 2021/2022.

Keputusan tersebut diambil mengingat Lisensi kepelatihan Luizinho Passos saat itu tidak sesuai dengan regulasi baru yang ditetapkan.

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono menjelaskan, bukan hal mudah mengambil keputusan terkait hal itu.

Apalagi, waktu yang ada sangat sempit menjelang bergulirnya kompetisi.

Padahal, Passos sudah ada di Indonesia selama lima tahun dan berperan memunculkan beberapa nama kiper untuk Tim Nasional Indonesia. 

"Kronologisnya, Passos sudah di Indonesia selama lima tahun. Selama ini, sertifikat kepelatihan selalu di-aprove dan tidak ada masalah," kata Teddy, Rabu 8 September 2021.

(Dari kiri ke kanan) Gatot Prasetyo, Luiznho Passos, dan pelatih kepala Persib Bandung, Robert Alberts. Gatot dan Luizinho Passos akan berkerja sama agar penjaga gawang Persib Bandung bisa tampil garang di Liga 1 2021.
(Dari kiri ke kanan) Gatot Prasetyo, Luiznho Passos, dan pelatih kepala Persib Bandung, Robert Alberts. Gatot dan Luizinho Passos akan berkerja sama agar penjaga gawang Persib Bandung bisa tampil garang di Liga 1 2021. (Laman persib.co.id/ Amandeep Rohimah)

"Sekarang ada regulasi baru dari AFC yang menyatakan pelatih kiper harus level 1 dan diberi waktu mepet. Bagaimana klub yang sudah kontrak pelatih tiba-tiba harus mengganti menjadi level 1, kurang dari dua hari," lanjutnya.

Selain itu, Teddy juga menyoroti terkait sosisalisasi lisensi pelatih terbaru yang terkesan mendadak diberitahukan kepada Persib Bandung.

Terlebih, selama tahun 2020 tidak ada kursus kepelatihan.

Jadi, akan lebih mudah pelatih memenuhi persyaratan, tidak dengan waktu yang sempit dan dipastikan sulit dilakukan.

"Sertifikasi itu harus diberikan instruktur dari AFC. Selama pendemi AFC tidak melakukan kursus instruktur. Bagaimana peserta dapat sertifikat, kalau kursus tidak ada," jelas Teddy.

Ia pun akhirnya dengan berbagai pertimbangan mendaftarkan Passos sebagai vidio analis.

Pertimbangan lainnya, karena Passos punya kempuan menganalisa pertandingan.

Jadi, Teddy mengatakan, tidak bisa menyalahkan klub dalam situasi ini.

"Solusinya sebagai analisis. Pak Gatot sebagai pelatih kiper sebab memenuhi kriteria untuk level 1. Passos juga mumpuni untuk menganalisis pertandingan," bebernya.  (TribunWow.com/Adi Manggala S)

Baca Berita Terkait Persib Bandung Lainnya 

Tags:
Persib BandungBobotohBhayangkara FCMario JardelLiga 1 2021Robert AlbertsEsteban Vizcarra
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved