Breaking News:

Pembunuhan di Subang

Terkait Kasus Subang, Ahli Forensik Sebut Dapat Informasi dari Masyarakat di Medsos: Sangat Membantu

Diketahui, Kabid Dokkes Polda Jawa Tengah Kombes Sumy Hastry Purwanti ikut membantu dalam proses autopsi ulang tersebut.

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
(KOMPAS/ P RADITYA MAHENDRA YASA)
Ahli Forensik Polri dr Sumy Hastry Purwanti Spf. Kini dirinya menjabar sebagai Kabid Dokkes Polda Jateng, dan terlibat dalam autopsi ulang kasus Subang pada Sabtu (2/10/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Pihak kepolisian melakukan autopsi ulang terhadap jasad korban kasus pembunuhan ibu dan anak yaitu Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) yang ditemukan tewas di Subang, Jawa Barat.

Diketahui, Kabid Dokkes Polda Jawa Tengah Kombes Sumy Hastry Purwanti ikut membantu dalam proses autopsi ulang tersebut.

Dalam proses pemeriksaan dia menyebut mendapat informasi-informasi dari masyarakat yang disampaikan lewat media sosial miliknya.

Baca juga: Yosef Sebut Kasus Pembunuhan Subang Tak Terkait Polemik Yayasan, Begini Nasib Sekolahannya Sekarang

Baca juga: Apakah Hal-hal Mistis Bisa Pengaruhi Penyelidikan Kasus Pembunuhan di Subang? Ini Jawaban Polisi

"Malah informasi-informasi dari teman-teman ya yang di medsos saya atau tempat lain malah sangat membantu sih, informasi juga," katanya dalam kanal Youtube Tribunnews yang diunggah pada Minggu (17/10/2021).

Dalam kesempatan itu juga dia mengucapkan terima kasih pada pihak-pihak yang memberikan informasi berguna bagi dirinya. 

Kasus ini memang telah menjadi atensi publik karena pelaku pembunuhan tersebut dianggap sangat rapi dalam melakukan aksinya. 

Sejak kedua jasad ditemukan tewas pada Rabu (18/8/2021) pelaku pembunuhan masih bebas berkeliaran hingga kini. 

Hastry menyebut bahwa dalam mengungkap kasus ini memang membutuhkan waktu, namun dia meyakinkan bahwa pihak kepolisian akan segera mengungkap kasus ini. 

"Pasti, polisi akan mengungkap," katanya. 

Sebagai pihak yang terlibat dalam upaya pengungkapan kasus ini juga memiliki harapan agar kasus ini segera terungkap. 

Baca juga: Konfirmasi Pakai Pengacara untuk Kasus Subang, Yoris Ungkap Sejumlah Alasan: Ada Perasaan Janggal

"Saya juga sebagai dokter forensik ya ingin segera selesai, kan kasihan korbannya, bagaimanapun kan tidak baik meninggalnya, tetap kita inginkan keadilan dan yang terbaik lah, dan butuh waktu memang," katanya. 

Proses autopsi ulang sendiri sudah dilakukan sejak awal bulan lalu di Tempat Pemakaman Umum Istuning, Desa Jalancagak, Kabupaten Subang, pada Sabtu (2/10/2021). 

Proses pembongkaran hingga pengembalian kedua jasad ke makamnya sendiri berlangsung selama tiga jam antara pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. 

Dia menjelaskan bahwa proses autopsi ulang dilakukan oleh dirinya bersama dengan sejumlah tim teknisi.

Kemudian, pemeriksaan forensik dilanjutkan di Pusat Laboraturium Forensik Mabes Polri di Jakarta. 

"Pemeriksaannya kita bawa ke Pusat Laboraturium Forensik di Jakarta," jelasnya. 

Autopsi ulang itu sendiri merupakan proses autopsi kedua yang dilakukan oleh kepolisian setelah sebelumnya dilakukan seusai ditemukannya jasad korban.

Dia menjelaskan bahwa autopsi ulang dilakukan bukan karena hasil autopsi pertama tidak bagus, namun lebih kepada adanya petunjuk baru yang ditemukan polisi.

"Autopsi pertama sudah bagus, sudah baik, dan saya hanya melengkapi saja, dan memastikan juga dari hasil autopsi pertama itu bisa membuktikan cara kematian, mekanisme kematian, dan sebab kematian," katanya.

Menurutnya, dalam setiap kasus kematian, analisa terhadap jasad korban bisa menjadi bukti yang berharga. 

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved